Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
Adzan Maghrib bukan sekadar pengingat waktu sholat atau penanda berakhirnya ibadah puasa. Dalam tradisi Islam, seruan ini adalah proklamasi ketauhidan yang dikumandangkan tepat saat alam semesta mengalami transisi besar—perpindahan dari terang (siang) menuju gelap (malam). Momentum ini memiliki kedudukan istimewa dalam syariat karena menyimpan rahasia keberkahan dan waktu-waktu mustajab bagi doa manusia.
Bagi umat Islam, mendengar lantunan adzan Maghrib adalah undangan untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk duniawi dan bersujud kepada Sang Pencipta.
Secara bahasa, Maghrib berarti "tempat atau waktu matahari terbenam". Secara spiritual, adzan Maghrib adalah benteng spiritual. Saat cahaya matahari mulai menghilang dan digantikan oleh remang senja, adzan hadir sebagai penenang jiwa, memberikan rasa aman di tengah perubahan suasana alam yang sering kali dianggap krusial bagi kondisi psikologis manusia.
Syariat adzan tidak turun begitu saja dalam bentuk wahyu tulisan, melainkan melalui mimpi shalih yang dialami oleh sahabat Abdullah bin Zaid dan Umar bin Khattab pada tahun kedua Hijriah. Rasulullah SAW kemudian membenarkan mimpi tersebut dan menunjuk Bilal bin Rabah sebagai muadzin pertama karena suaranya yang lantang dan merdu. Sejak saat itu, adzan menjadi identitas utama umat Islam di seluruh penjuru dunia.
Selain doa adzan secara umum, terdapat doa khusus yang sangat dianjurkan dibaca saat Maghrib, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada Ummu Salamah.
اللّٰهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي
Latin: Allahumma hadza iqbalu lailika wa idbaru naharika wa ashwatu du’aika faghfir lii.
Artinya: "Ya Allah, ini adalah saat datangnya malam-Mu, dan perginya siang-Mu, dan terdengarnya doa-doa untuk-Mu, maka ampunilah aku."
Berikut adalah beberapa keutamaan luar biasa bagi mereka yang menyimak adzan Maghrib dengan khidmat:
Waktu Maghrib dimulai sejak matahari terbenam sempurna hingga hilangnya cahaya merah (syafaq) di langit ufuk barat, yang kemudian menandai masuknya waktu Isya.
Sholat sunnah dua rakaat sebelum Maghrib (Qobliyah Maghrib) hukumnya adalah sunnah ghairu muakkad. Rasulullah SAW bersabda, "Sholatlah sebelum Maghrib," beliau mengulanginya tiga kali untuk menegaskan anjuran tersebut.
Karena Maghrib menandai pergantian hari dalam kalender Hijriah. Berbeda dengan kalender Masehi yang berganti di tengah malam, hari baru dalam Islam dimulai saat matahari terbenam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved