Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP harinya, seekor lebah bumblebee (Bombus terrestris) harus membuat ribuan keputusan saat mencari nektar. Di tengah hamparan bunga yang berwarna-warni dengan berbagai bentuk dan pola, bagaimana serangga mungil ini bisa memilih dengan sangat cepat tanpa kebingungan?
Penelitian terbaru dari Universitas Konstanz dan Universitas Würzburg, Jerman, mengungkapkan lebah menggunakan strategi yang mengejutkan sederhana namun efisien: mereka hanya mengingat satu sinyal paling berguna dan mengabaikan detail lainnya hingga situasi menjadi rumit.
Dalam eksperimen yang menggunakan bunga buatan di arena penerbangan terkontrol, Dr. Anna Stöckl dan timnya menemukan lebah secara otomatis mengunci target berdasarkan kontras warna yang kuat. Selama warna bunga memberikan sinyal hadiah (gula) yang jelas, lebah akan mengabaikan bentuk atau pola bunga tersebut.
"Karena mereka membuat begitu banyak keputusan dalam waktu yang sangat singkat, lebah bumblebee sangat cocok untuk mempelajari proses pengambilan keputusan," ujar Dr. Stöckl.
Ketergantungan pada warna ini bukan tanpa alasan. Dari jarak jauh, warna adalah informasi pertama yang ditangkap mata lebah sebelum mereka cukup dekat untuk melihat detail halus seperti tepi kelopak atau pola bintik.
Namun, apa yang terjadi jika warna-warna bunga tersebut terlihat sangat mirip? Di sinilah kecerdasan lebah teruji. Ketika kontras warna menipis dan mulai membingungkan, lebah segera mengubah strategi belajar mereka. Mereka mulai menyimpan informasi tambahan seperti bentuk dan pola sebagai bukti pendukung.
Riset yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini menyebutkan lebah mengikuti prinsip "sebanyak yang diperlukan, sesedikit mungkin". Mereka hanya mengumpulkan informasi yang benar-benar dibutuhkan untuk membuat pilihan yang andal agar tidak membuang waktu dan energi.
Menariknya, jalur pintas mental ini sangat mirip dengan cara manusia mengambil keputusan cepat. Bayangkan Anda sedang membeli stroberi di supermarket. Mata Anda akan langsung mencari buah yang paling merah sebagai indikator kematangan. Namun, jika semua stroberi dalam keranjang terlihat sama merahnya, Anda akan mulai melambat, mencium aromanya, atau memperhatikan teksturnya untuk menentukan pilihan.
Strategi lebah yang efisien ini kini menjadi inspirasi bagi para insinyur robotika. Alih-alih membuat perangkat lunak yang memproses semua data sensorik secara sekaligus robot masa depan dapat dirancang untuk meniru lebah: melakukan pengecekan warna yang cepat terlebih dahulu, dan baru beralih ke analisis bentuk yang rumit hanya saat diperlukan.
Penemuan ini membuktikan meskipun memiliki otak yang kecil, lebah mampu mengelola sumber daya kognitif mereka dengan sangat luar biasa untuk bertahan hidup di alam liar yang kompleks. (Earth/Z-2)
Madu kelulut merupakan produk alami yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat dari kelompok Meliponini.
Penelitian terbaru menemukan lebah memanfaatkan gerakan terbang untuk mengenali pola visual kompleks dengan otak kecilnya.
Lebah merupakan salah satu agen biologis terpenting dalam ekosistem pertanian, karena perannya sebagai penyerbuk utama bagi berbagai tanaman budi daya.
Di musim semi yang dingin, ketika serangga penyerbuk enggan terbang, beberapa bunga mengembangkan kemampuan unik untuk menaikkan suhu mereka sendiri.
Konservasionis melaporkan lebah bumble mulai membangun sarang di tengah musim dingin akibat perubahan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved