Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANG gerak adalah kondisi ketika seseorang jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, sehingga tubuh tidak banyak bergerak dalam kegiatan sehari-hari. Hal ini biasanya terjadi karena terlalu sering duduk, berbaring, atau melakukan aktivitas yang minim gerakan.
Kurang gerak sering dikaitkan dengan gaya hidup sedentari, yaitu kebiasaan hidup yang didominasi oleh aktivitas seperti menonton TV, bermain gadget, bekerja di depan komputer, atau duduk dalam waktu lama.
Kurangnya aktivitas fisik membuat kalori tidak terbakar dengan baik sehingga berat badan mudah naik.
Penumpukan lemak dalam tubuh dapat terjadi jika seseorang jarang bergerak atau berolahraga.
Otot dan stamina menjadi lemah karena tubuh jarang digunakan untuk aktivitas fisik.
Kurang gerak dapat menyebabkan aliran darah tidak optimal sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Aktivitas fisik yang rendah dapat memengaruhi kemampuan tubuh mengatur kadar gula darah.
Tanpa aktivitas yang cukup, otot akan kehilangan kekuatan dan massa.
Terlalu lama duduk dapat menyebabkan ketegangan pada otot punggung dan leher.
Kurang gerak dapat membuat proses pembakaran energi dalam tubuh menjadi lebih lambat.
Aktivitas fisik membantu melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.
Tubuh yang jarang bergerak cenderung cepat merasa lelah meskipun melakukan aktivitas ringan.
Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko stres dan suasana hati yang buruk.
Tulang dapat menjadi lebih lemah jika jarang digunakan untuk aktivitas fisik.
Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh sulit mendapatkan tidur yang nyenyak.
Kurang gerak dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes, dan penurunan kebugaran tubuh. Oleh karena itu, penting untuk melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin agar tubuh tetap sehat dan bugar. (Z-4)
Sumber: halodoc, alodokter
Riset terbaru mengungkap kurang aktivitas fisik selama bertahun-tahun meninggalkan jejak stres biologis pada tubuh saat mencapai usia paruh baya.
Ten meningkatnya penderita jantung koroner berkaitan erat dengan faktor risiko yang makin umum ditemukan, di antaranya kurang gerak, obesitas, dan kebiasaan mengonsumsi gorengan.
Kondisi ini dikenal juga dengan istilah gaya hidup sedentari (sedentary lifestyle). Kurangnya aktivitas fisik atau gaya hidup sedentari dapat menimbulkan berbagai dampak negatif
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved