Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
POLA asuh generasi muda kini mengalami pergeseran signifikan. Berdasarkan riset terbaru dari Talker Research terhadap 2.000 orangtua dengan anak usia 0-6 tahun, ditemukan mayoritas orangtua dari Generasi Z (Gen Z) memandang pengasuhan sebagai proses krusial untuk membekali anak agar mampu bertahan dan beradaptasi di dunia nyata.
Data riset tersebut menunjukkan sekitar 54% orangtua Gen Z menyatakan tujuan utama pengasuhan mereka adalah memastikan anak siap menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Dalam konteks ini, peran ibu menjadi sangat sentral, tidak hanya sebagai perawat, tetapi juga sebagai sosok pertama yang membentuk pola pikir, cara belajar, dan imajinasi anak melalui stimulasi tepat serta dukungan emosional.
Menjawab semangat tersebut, SGM Eksplor mengumumkan dukungan terhadap film keluarga terbaru karya Visinema Studios bertajuk "Na Willa". Film ini mengangkat karakter Na Willa sebagai representasi anak Indonesia yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan memiliki imajinasi besar, kualitas yang sejalan dengan profil "Anak Generasi Maju".
Head of SGM, Anissa Ardiellaputri, menegaskan kemitraan ini bertujuan menginspirasi para orangtua bahwa setiap anak memiliki potensi untuk tumbuh lebih optimal dengan dukungan nutrisi yang tepat.
"Kami memiliki misi untuk mendukung lahirnya Generasi Maju Indonesia dan bersama bunda Indonesia telah menutrisi lebih dari 75 juta anak Indonesia. Karena masa depan bangsa bergantung pada kemajuan generasi penerusnya. Dukungan dalam film Na Willa merupakan kerja sama strategis untuk menginspirasi para orangtua bahwa setiap anak bisa tumbuh lebih seperti Na Willa dengan nutrisi lebih," ujar Anissa.
Sejalan dengan pesan film, Praktisi Psikologi Anak Usia Dini, Aninda, S.Psi, M.Psi.T, menjelaskan interaksi harian di rumah adalah fondasi utama perkembangan anak. Menurutnya, dukungan dan kedekatan emosional ibu sangat menentukan bagaimana anak memecahkan masalah dan memahami lingkungan.
"Ibu sering disebut sebagai guru pertama bagi anak karena melalui interaksi sehari-hari di rumah, anak mulai belajar mengenal berbagai hal di sekitarnya. Dari proses ini, rasa ingin tahu anak dapat berkembang dan membantu mereka menjadi lebih cepat tanggap," jelas Aninda.
Produser Film Na Willa, Anggia Kharisma, mengungkapkan film ini lahir untuk mengisi keterbatasan konten ramah anak di industri film tanah air. Ia berharap kisah Na Willa dapat menjadi ruang bagi anak-anak Indonesia untuk melihat representasi kehidupan mereka sendiri di layar lebar.
"Melalui film Na Willa kami ingin menghadirkan kisah yang sederhana dan relevan dengan keluarga Indonesia. Kami berharap film Na Willa bisa menjadi salah satu pilihan tontonan keluarga Indonesia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga terasa dekat dengan pengalaman banyak keluarga," ungkap Anggia.
Film "Na Willa" dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong para ibu untuk terus memberikan stimulasi dan nutrisi terbaik bagi buah hati mereka agar siap menjadi Generasi Maju yang tumbuh lebih cepat tanggap. (Z-2)
FILM Na Willa akan tayang pada lebaran tahun ini di bioskop. Film ini diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo. Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dari rumah produksi Visinema Studios
Menjelang libur lebaran 2026, para kreator Jumbo kembali bersatu untuk menghadirkan film anak-anak terbaru bertajuk Na Willa.
Film Na Willa, adaptasi dari karya sastra Reda Gaudiamo dan diproduksi oleh Visinema Studios, mencoba menangkap kembali kehangatan dan kejujuran masa kecil
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved