Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Na Willa akan tayang pada lebaran tahun ini di bioskop. Film ini diadaptasi dari buku karya Reda Gaudiamo. Disutradarai oleh Ryan Adriandhy dari rumah produksi Visinema Studios, film ini membawa perspektif sudut pandang anak-anak yang melihat dunia di sekitarnya.
Sebelumnya, pada lebaran tahun lalu Visinema Studios dan Ryan telah sukses besar dengan film animasi Jumbo, yang meraih 10 juta lebih penonton. Film itu juga sempat bertengger di posisi 1 film Indonesia terlaris sepanjang masa, yang kini berada di posisi kedua.
Di film Na Willa, narasi yang dibawa yakni tentang imajinasi anak-anak dalam melihat dunia sekitarnya. Berlatar di Surabaya pada tahun 1960-an. Produser Na Willa, Novia Puspa Sari mengungkapkan dalam produksinya dilakukan riset untuk menghadirkan Surabaya era tersebut.
“Bagaimana kami bisa menghadirkan Surabaya tahun ‘60-an ini adalah dari kacamata anak-anak umur 6 tahun. Jadi banyak sekali elemen visual yang kami hadirkan dengan penuh warna,” kata Novia saat ditemui Media Indonesia di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu, (4/2).
"Tentu dengan banyak hal-hal keajaiban, yang kami bayangin dunia ini terbangun dari kacamata anak-anak ini. Jadi elemen Surabaya tahun ‘60-an ini hadirnya bukan sebagai film periodik, tapi bagaimana kami melihat interpretasi anak-anak umur 6 tahun dalam melihat Surabaya tahun itu,” sambungnya.
Meski bentuk filmnya live action, yang juga menjadi pengalaman pertama kalinya sang sutradara, setelah di karya-karya lainnya menggarap animasi, Novia menuturkan film Na Willa juga tetap akan memiliki unsur hibrida.
“Yang menjadi spesial dari filmnya sendiri banyak sekali elemen keajaiban yang dihadirkan dengan bentuk hybrid. Penonton akan menemukan banyak sekali elemen-elemen magic melalui animasi yang akan menyatu di dalam filmnya secara visual,” cerita Novia.
Novia pun berharap penonton anak-anak bisa merasa dekat. Seperti halnya film Jumbo yang sangat dirayakan oleh penonton usia anak.
“Di dalam filmnya sendiri anak-anak bisa relate dengan bagaimana Na Willa bermain dengan teman-teman sebayanya, menikmati perjalanan dan setiap momen-momennya bersama temannya dan bersama orangtuanya. Selain itu juga akan ada unsur musik yang bisa mengajak anak-anak bisa menikmati bersama,” ungkap Novia.
Ia menambahkan, penonton usia dewasa dan orangtua bisa bernostalgia dengan masa kecil mereka di film Na Willa. Novia mengajak orang dewasa bisa kembali menyelami perjalanan menjadi anak-anak.
Film Na Willa diperankan oleh Luisa Adreena, Irma Rihi, Junior Liem, Freya Mikhayla , Azami Syauqi , Ibrahim Arsenio, Melissa Karim, Ira Wibowo, Putri Ayudya, Nayla Purnama, Agla Artalidia, dan Ratna Riantiarno.
Menjelang libur lebaran 2026, para kreator Jumbo kembali bersatu untuk menghadirkan film anak-anak terbaru bertajuk Na Willa.
Reda Gaudiamo merilis buku terbaru yang bersumber dari konten TikTok miliknya.
Film anak merupakan hiburan ramah anak yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membantu membentuk karakter dan cara berpikir anak secara positif.
Film terbaru IDN picutres kisahkan geng vlogger horor penjelajah hutan mitos pasar setan
Film yang mengambil lokasi syuting sebagian besar di Banyuwangi, Jawa Timur tersebut membawa kisah fantasi anak-anak bergenre petualangan.
Madani IFF menawarkan bagaimana menguatkan kembali buhul ikatan antar sesama manusia, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan alam.
Kemenparekraf berharap kemunculan film ini bisa memicu kreativitas sineas muda dan animator Indonesia untuk lebih banyak memproduksi film anak dan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved