Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Kasus Kanker Tembus 400 Ribu, Perkuat Literasi Kesehatan dan Asuransi bagi Pasien Kanker di Indonesia

Cahya Mulyana
24/2/2026 16:58
Kasus Kanker Tembus 400 Ribu, Perkuat Literasi Kesehatan dan Asuransi bagi Pasien Kanker di Indonesia
ilustrasi.(MI)

PIHAK AstraZeneca Indonesia dan PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) bekerja sama meningkatkan pemahaman pasien kanker serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perawatan yang tepat dan perencanaan kesehatan yang berkelanjutan.

"Penanganan kanker membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan literasi kesehatan hingga pemahaman mengenai perjalanan perawatan pasien," kata Presiden Direktur PT AstraZeneca Indonesia Esra Erkomay dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/2).

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berkomitmen untuk menjalankan berbagai inisiatif edukatif yang berfokus pada peningkatan kesadaran mengenai kanker, berbagi pengetahuan ilmiah dan panduan medis terkini secara non-promosional, serta mendorong literasi keuangan khususnya terkait asuransi jiwa dan kesehatan.

Kerja sama mencakup pertukaran wawasan mengenai jalur perawatan kanker serta diskusi dalam mendukung pengembangan perlindungan asuransi kesehatan bagi pasien onkologi. Kolaborasi itu juga melibatkan tenaga kesehatan, komunitas pasien, serta berbagai pemangku kepentingan terkait dalam pelaksanaan program edukasi dan peningkatan kesadaran publik.

"Kami harap kolaborasi lintas sektor ini dapat berkontribusi pada penguatan ekosistem kesehatan nasional, dengan menempatkan edukasi pasien, peningkatan kesadaran, dan kolaborasi lintas sektor sebagai fondasi menuju kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia," ujar Esra.

Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth menambahkan bahwa kanker tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi, juga membawa konsekuensi emosional dan finansial bagi individu serta keluarga.

"Kami percaya bahwa edukasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik dalam menghadapi risiko kesehatan, sekaligus mendukung perjalanan perawatan pasien secara lebih holistik," ujar Yosie.

Berdasarkan data Globocan 2022, Indonesia mencatat lebih dari 400.000 kasus kanker baru dengan kematian mencapai 240.000 kasus. Kanker payudara, kanker paru, dan kanker hati menjadi beberapa jenis kanker dengan prevalensi tertinggi secara nasional. Jika kanker tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kasusnya di Indonesia dapat melonjak hingga lebih dari 70% pada 2050.

Penanganan kanker di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya adalah keterlambatan pasien dalam mendapatkan diagnosis dan perawatan. Tidak jarang, penyakit kanker baru terdeteksi ketika telah memasuki stadium akhir, yang berdampak pada rendahnya angka kelangsungan hidup pasien serta meningkatnya kompleksitas kebutuhan pengobatan.

Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap pengobatan inovatif, baik dari segi keterjangkauan biaya maupun ketersediaan, masih menjadi hambatan besar bagi pasien dalam memperoleh perawatan yang optimal. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya