Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengatakan bahwa untuk membangun satu SMA Unggul Garuda Baru, dibutuhkan anggaran hingga Rp200 miliar.
"Biaya pembangunan per sekolah sebetulnya bervariasi karena ternyata masing-masing lokasi ini juga ada beberapa faktor tertentu, ada faktor demografi dan seterusnya sehingga ada kisaran sekitar Rp200 miliar untuk pembangunannya saja," ungkap Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif, Kemdiktisaintek, Ardi Findyartini, kemarin, Rabu (18/2).
Adapun empat SMA Unggul Garuda Baru ditargetkan rampung pada Juni 2026. Empat SMA Unggul Garuda Baru tersebut masing-masing berlokasi di Belitung Timur, Bangka Belitung; Konawe, Sulawesi Tenggara; Bulungan, Kalimantan Utara; dan Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dia juga menyampaikan bahwa anggaran Rp200 miliar tersebut belum termasuk biaya operasional sekolah lainnya, seperti fasilitas sekolah, gaji guru, dan tenaga kependidikan.
Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan dana abadi di luar dari anggaran total biaya pembangunan Sekolah Garuda untuk keberlanjutan operasional sekolah. "Sudah diperhitungkan sampai tahun 2029 nanti, pula kami juga memikirkan beyond itu melalui skema Dana Abadi," jelasnya. (H-3)
SMA Unggul Garuda Baru tengah melaksanakan pemenuhan kebutuhan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) secara selektif serta penjaringan peserta didik terbaik.
SMA Unggul Garuda dirancang untuk menjadi pusat pendidikan menengah atas berstandar global, dengan kurikulum inovatif yang menggabungkan kurikulum nasional dan kurikulum internasional.
DIREKTUR Jenderal Sains dan Teknologi, Kemdikti-Saintek, Ahmad Najib Burhani mengatakan bahwa saat ini pemerintah sudah menentukan 20 SMA Unggul Garuda yang akan dibangun sampai dengan 2029.
KOORDINATOR Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim mengatakan bahwa penyediaan tenaga pendidik atau guru Sekolah Rakyat perlu dipertanyakan.
Wamendiktisaintek Stella Christie meninjau lokasi pembangunan SMA Unggul Garuda di Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (14/3).
DIREKTUR Jenderal Sains dan Teknologi, Kemdikti-Saintek, Ahmad Najib Burhani mengatakan bahwa saat ini pemerintah sudah menentukan 20 SMA Unggul Garuda yang akan dibangun sampai dengan 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved