Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MSG adalah singkatan dari Monosodium Glutamate, yaitu zat tambahan makanan yang digunakan sebagai penyedap rasa untuk memperkuat rasa gurih atau umami pada makanan.
MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat, yaitu asam amino yang juga secara alami terdapat pada makanan seperti tomat, keju, dan daging.
Sebagian orang sensitif terhadap MSG dan bisa mengalami sakit kepala setelah mengonsumsinya dalam jumlah banyak.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan rasa mual, pusing, atau tidak nyaman pada sebagian orang.
Beberapa orang melaporkan sensasi jantung berdebar setelah makan makanan tinggi MSG.
MSG mengandung natrium. Jika dikonsumsi berlebihan bersama asupan garam tinggi, bisa berkontribusi pada tekanan darah tinggi.
Karena kandungan natrium, tubuh bisa terasa lebih cepat haus.
Pada orang yang sensitif, MSG bisa memicu kembung atau tidak nyaman di perut.
Rasa gurih yang kuat dapat membuat seseorang makan lebih banyak dari biasanya.
Jika sering mengonsumsi makanan instan atau ultra proses tinggi MSG dan garam, bisa meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik.
Menurut berbagai lembaga kesehatan, MSG aman dikonsumsi dalam batas wajar. Yang perlu dihindari adalah konsumsi berlebihan dan pola makan tidak seimbang. (Z-4)
Sumber: alodokter, alomedika
Setiap menu MOGUL dibuat dengan transparansi bahan, saus racikan sendiri, tanpa MSG, dan roti artisan yang dipanggang sempurna, tanpa kompromi.
MSG atau Monosodium Glutamat diproduksi dari tetesan tebu melalui fermentasi alami—proses yang mirip dengan pembuatan tempe atau yogurt.
MSG merupakan garam natrium dari asam glutamat, yaitu salah satu jenis asam amino alami yang juga terdapat dalam makanan seperti tomat, keju, rumput laut, dan daging.
Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, tidak ada bukti kuat yang menunjukkan MSG menyebabkan efek kesehatan yang berbahaya jika digunakan sesuai takaran yang dianjurkan.
MONOSODIUM glutamat (MSG) atau micin adalah produk fermentasi dari tetes tebu menggunakan mikroorganisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved