Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA puluhan tahun, masyarakat umum dan dunia medis meyakini bahwa proses penuaan manusia terjadi seperti jam analog: berdetak secara konsisten dan perlahan seiring bertambahnya angka di kalender. Namun, memasuki tahun 2026, pemahaman ini telah bergeser total berkat kemajuan dalam analisis biomolekuler.
Ternyata, tubuh kita tidak menua secara linear. Sebaliknya, kita mengalami dua lonjakan besar atau "aging bursts" di mana kondisi biologis berubah secara dramatis dalam waktu singkat. Dua titik krusial tersebut terjadi pada usia 44 tahun dan 60 tahun.
Penelitian berskala besar yang melibatkan pemantauan ribuan molekul dan mikrobioma mengungkapkan bahwa 81% dari semua penanda biologis dalam tubuh manusia tidak berubah secara bertahap. Sebaliknya, molekul-molekul ini menunjukkan fluktuasi masif pada dua periode usia tertentu.
Fenomena ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa "tiba-tiba" merasa lebih tua, mengalami penurunan stamina yang drastis, atau munculnya kerutan yang lebih nyata dalam waktu singkat saat memasuki usia kepala empat atau kepala enam. Ini bukan sekadar perasaan, melainkan perubahan kimiawi yang nyata di tingkat seluler.
Studi ini menunjukkan bahwa penuaan molekuler terjadi dalam gelombang. Usia 44 dan 60 bukanlah angka sembarang, melainkan titik di mana jalur biokimia tertentu dalam tubuh mengalami kejenuhan atau perubahan arah secara masif.
Banyak yang mengira bahwa perubahan di usia 40-an awal hanya dialami oleh wanita karena faktor perimenopause. Namun, data menunjukkan bahwa pria pun mengalami lonjakan yang sama besarnya. Di usia 44 tahun, perubahan molekuler paling signifikan terjadi pada jalur metabolisme.
Pada fase ini, kemampuan tubuh untuk memproses lemak (lipid) dan alkohol menurun secara signifikan. Hal ini mengakibatkan penumpukan lemak visceral di area perut dan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL) meskipun porsi makan tidak bertambah.
Molekul yang bertanggung jawab atas elastisitas kulit dan kekuatan jaringan ikat mulai mengalami degradasi cepat. Inilah alasan mengapa intervensi perawatan kulit dan latihan beban menjadi sangat krusial sebelum memasuki usia ini.
Memasuki usia 60 tahun, tubuh mengalami gelombang penuaan kedua yang lebih berfokus pada sistem proteksi dan fungsi organ vital. Fase ini sering kali menjadi pintu gerbang bagi penyakit-penyakit degeneratif jika tidak diantisipasi dengan baik.
Pada usia 60, molekul yang mengatur regulasi sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan drastis. Tubuh menjadi lebih rentan terhadap peradangan kronis tingkat rendah, yang dalam dunia medis dikenal sebagai "inflammaging". Kondisi ini memicu berbagai penyakit seperti arthritis hingga penurunan fungsi kognitif.
Efisiensi tubuh dalam mengolah glukosa menurun tajam pada fase ini. Risiko diabetes tipe 2 meningkat karena sel-sel tubuh menjadi kurang responsif terhadap insulin. Selain itu, fungsi filtrasi ginjal juga menunjukkan tanda-tanda penurunan yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
| Aspek Kesehatan | Fokus Usia 44 | Fokus Usia 60 |
|---|---|---|
| Nutrisi | Kurangi alkohol, ganti lemak jenuh ke Omega-3. | Batasi gula dan karbohidrat sederhana. |
| Aktivitas Fisik | Latihan beban untuk menjaga massa otot. | Latihan mobilitas dan kardio intensitas rendah. |
| Pemeriksaan Medis | Profil lipid dan kesehatan kardiovaskular. | Fungsi ginjal, tes HbA1c, dan kepadatan tulang. |
Memahami bahwa penuaan terjadi dalam fase-fase cepat memberikan kita kesempatan untuk melakukan intervensi kesehatan di waktu yang tepat. Dengan menyesuaikan gaya hidup sebelum lonjakan itu terjadi, kita dapat memastikan kualitas hidup tetap optimal hingga masa tua. (Z-10)
Penelitian terbaru menemukan memelihara anjing atau kucing dapat menjadi faktor pelindung yang memperlambat penurunan fungsi otak.
Untuk memenangkan perang melawan penuaan dini, kamu harus tahu siapa musuh kamu. Radikal bebas musuh utama yang buat kita cepat menua.
Dokter estetika di Solo dr Shindy Putri menyebut penuaan dini dapat dicegah dengan berbagai cara baik merawat tubuh dari dalam maupun dari luar.
Filler berkandungan asam hialuronat dan biostimulator bermanfaat meningkatkan kesehatan dan tampilan kulit, termasuk mengatasi tanda-tanda penuaan di wajah.
Nutrisi kulit yang cocok bagi kulit orang Indonesia untuk mencegah penuaan dini adalah Retinol Ceramide Capsule dan Retinol Rapid Skin-Renewing keluaran Elizabeth Arden.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved