Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Simbol Keberuntungan dan Harapan di Balik Dekorasi Imlek

Basuki Eka Purnama
17/2/2026 09:40
Simbol Keberuntungan dan Harapan di Balik Dekorasi Imlek
Ilustrasi(Freepik)

PERAYAAN Tahun Baru Imlek bagi masyarakat keturunan Tionghoa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momen krusial untuk menghadirkan harapan dan keberuntungan baru. 

Pakar Feng Shui, Yulius Fang, menjelaskan bahwa berbagai hiasan yang dipajang di rumah selama masa Sincia memiliki makna mendalam yang diyakini dapat memengaruhi energi penghuninya.

Menurut Yulius, keinginan untuk mendapatkan nasib baik adalah hal yang manusiawi dan universal. Kehadiran simbol-simbol keberuntungan ini menjadi jembatan psikologis dan spiritual bagi banyak orang.

"Jadi, semua orang, tanpa kecuali, mau dari muda sampai tua, mau laki maupun wanita, kita butuh satu keberuntungan dalam hidup kita. Makanya Feng Shui Astrologi, bazi, dan kawan-kawan ini berusaha keras untuk menghadirkan keberuntungan di dalam diri kita," ujar Yulius, dikutip Selasa (17/2).

Makna di Balik Simbol Fu dan Dekorasi Rumah

Salah satu dekorasi yang paling ikonik adalah tulisan Fu. Dalam bahasa Tionghoa, simbol ini berarti beruntung atau hoki. 

Menariknya, terdapat tradisi unik di mana tulisan Fu dipasang secara terbalik. Hal ini didasari kepercayaan bahwa posisi terbalik tersebut melambangkan keberuntungan yang "tumpah" atau tercurah untuk ditampung oleh pemilik rumah.

Selain menjadi dekorasi musiman, simbol Fu sering dijadikan pajangan tetap dengan harapan usaha keluarga selalu membuahkan hasil baik. 

Namun, Yulius mengingatkan bahwa keberuntungan tidak datang begitu saja. Ia menekankan pentingnya sinergi antara aspek spiritual dan upaya nyata. 

Menurutnya, keberuntungan akan datang bersama kerja keras, sehingga sangat penting untuk mengiringi usaha dengan doa.

Simbol Kemakmuran dan Harmoni

Selain tulisan, benda-benda pajangan seperti koin emas kuno atau kotak harta di meja juga dianggap sebagai magnet rezeki. 

Tidak hanya benda mati, unsur alam seperti buah-buahan juga memegang peranan penting. Buah jeruk dan apel adalah dua jenis yang paling sering dijumpai.

"Apel itu melambangkan Ping an, artinya aman, sentosa, selamat, damai, harmoni, seperti itu. Jadi, kedua buah ini biasanya juga sering di display baik sincia ataupun tidak sincia," jelas Yulius.

Secara tradisi, keluarga Tionghoa juga sering memajang patung Fu Lu Shou, yakni tiga dewa yang merepresentasikan keberuntungan (Fu), kesuksesan karier (Lu), dan umur panjang (Shou). 

Ada pula sosok Caishen atau Dewa Harta yang dipercaya sebagai simbol kekayaan tertinggi.

Tradisi Mengundang Rezeki

Untuk "mengundang" keberuntungan masuk ke dalam rumah, terdapat ritual khusus pada malam awal tahun. Masyarakat terbiasa membuka seluruh pintu dan jendela serta menyalakan semua lampu rumah agar suasana menjadi terang benderang.

Meski demikian, Yulius juga menyoroti adanya beberapa mitos modern yang sebenarnya tidak berakar pada tradisi asli Tionghoa. 

Ia menyebutkan kepercayaan seperti hujan saat Imlek sebagai penentu keberuntungan atau larangan menaruh benda tajam sebagai hal yang tidak berkaitan langsung dengan pakem tradisi yang ada.

Melalui penataan simbol yang tepat dan kerja keras, perayaan Imlek diharapkan menjadi titik balik bagi pemilik rumah untuk meraih kehidupan yang lebih makmur dan harmonis sepanjang tahun. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik