Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Gelar Tarhib Ramadhan HNW Tekankan Ramadhan Bulan Tingkatkan Kualitas Diri dan Perkuat Literasi Al-Quran

Syarief Oebaidillah
14/2/2026 20:30
Gelar Tarhib Ramadhan HNW Tekankan Ramadhan Bulan Tingkatkan Kualitas Diri dan Perkuat Literasi Al-Quran
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Ketua Mahkamah Partai PKS yang juga Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), mengutarakan bahwa Tarhib Ramadan merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Hal itu disampaikan dalam tausiyahnya pada acara Tarhib Ramadhan 1447 H di Kantor DPTP PKS, Jumat (13/2/2026). Menurutnya, Rasulullah Nabi Muhammad SAW menggembirakan para sahabat ketika menjelang Ramadhan dan mengingatkan mereka untuk menyambut bulan suci dengan penuh suka cita. “Jika Rasulullah SAW saja bergembira, para sahabat pun bergembira, maka sudah selayaknya kita juga berbahagia atas datangnya Ramadhan,” kata HNW dalam keterangan yang diterima hari ini.

Ia menegaskan bahwa Ramadan adalah tamu agung yang penuh keberkahan. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai panduan hidup manusia. Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya minat masyarakat Barat untuk mempelajari Al-Qur’an sebagai bukti bahwa kitab suci tersebut merupakan karunia luar biasa dari Allah SWT bagi umat manusia.

Karena itu, PKS terus menghidupkan sunnah tarhib Ramadan sebagai pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum pembentukan pribadi yang berkualitas, bermartabat, dan mencapai derajat mukmin sejati. “Allah menghadirkan Ramadhan agar manusia naik kelas menjadi pribadi yang lebih berkualitas, lebih bermartabat, dan benar-benar layak menyandang predikat mukmin," ucap sosok yang akrab disapa HNW itu.

Hidayat juga mengingatkan tentang kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar yang terjadi pada bulan Ramadhan. Kemenangan tersebut, menurutnya, merupakan hasil perjuangan panjang yang dilandasi pemahaman dan pengamalan nilai-nilai yang memanusiakan manusia secara konstruktif. Tantangan umat hari ini adalah bagaimana berkiprah di tengah masyarakat yang beragam dengan tetap mengedepankan nilai-nilai tersebut.

Ia mencontohkan sikap Rasulullah dalam Perang Badar yang membuka ruang musyawarah ketika menentukan strategi perang. Ketika para sahabat bertanya apakah posisi pasukan berdasarkan wahyu atau pendapat pribadi, Rasulullah menjawab bahwa itu adalah pendapat pribadi, lalu menerima masukan sahabat dan memindahkan posisi pasukan.

Sikap serupa juga ditunjukkan dalam menyikapi tawanan perang melalui musyawarah, serta dalam peristiwa Fathu Makkah ketika Rasulullah tidak mengubah bentuk Ka’bah demi menjaga kemaslahatan sosial. “Inilah gambaran bahwa ketika Islam menang, yang ditampilkan adalah kebijaksanaan, kematangan, dan kemanusiaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hidayat memaparkan data yang menunjukkan bahwa pada tahun 2020 sekitar 65 persen masyarakat Indonesia belum mampu membaca Al-Qur’an, dan dalam survei terbaru angkanya meningkat menjadi sekitar 72 persen. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai momentum penguatan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. “Semoga Ramadan ini menjadi titik kebangkitan kita untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata,” pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya