Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOL goreng adalah hidangan yang terbuat dari kol yang digoreng dalam minyak panas hingga layu atau sedikit renyah. Biasanya kol goreng disajikan sebagai lalapan pendamping ayam goreng atau pecel lele, pelengkap nasi dan sambal, serta digoreng sebentar agar bagian luar sedikit kecokelatan.
Kol goreng memiliki rasa manis alami dari kol yang keluar saat terkena panas, serta tekstur lembut di bagian dalam.
Kol menyerap banyak minyak saat digoreng. Jika sering dikonsumsi, bisa meningkatkan asupan lemak berlebih.
Gorengan yang dimasak dengan minyak berulang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Kol sebenarnya rendah kalori, tapi setelah digoreng kalorinya meningkat drastis sehingga bisa memicu kenaikan berat badan.
Makanan berminyak dapat memicu perut kembung, mual, atau diare pada sebagian orang.
Jika ditambah garam dan sering dikonsumsi, bisa berkontribusi pada peningkatan tekanan darah.
Proses penggorengan suhu tinggi dapat mengurangi kandungan vitamin dalam kol.
Konsumsi gorengan berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
8. Potensi Zat Berbahaya
Minyak yang dipakai berulang kali bisa menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh.
Kalau suka kol, lebih baik dikukus, direbus, atau ditumis dengan sedikit minyak agar tetap sehat. (Z-4)
Sumber: alodokter, ciputrahospital
Kol merupakan sayuran bergizi yang bisa diolah dengan berbagai cara, seperti ditumis, direbus, dibuat sup, hingga dijadikan lalapan segar.
Makanan ini populer sebagai lauk pendamping di warung nasi seperti warteg, warung Padang, atau rumah makan tradisional.
Proses menggoreng menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved