Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KOL adalah sayuran hijau dari keluarga kubis-kubisan yang tumbuh berlapis-lapis membentuk bulatan padat, sering disebut juga kubis.
Kol merupakan sayuran bergizi yang bisa diolah dengan berbagai cara, seperti ditumis, direbus, dibuat sup, hingga dijadikan lalapan segar.
Kol yang digoreng dalam suhu tinggi dapat menghasilkan senyawa berbahaya yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Minyak goreng, apalagi yang dipakai berulang kali, bisa menambah lemak trans yang berbahaya bagi jantung.
Konsumsi kol goreng berlebihan dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah.
Biasanya kol goreng ditambah garam atau penyedap, yang bisa meningkatkan risiko hipertensi.
Proses penggorengan menambah kalori, sehingga bila sering dikonsumsi bisa memicu kegemukan.
Kol sendiri bisa menghasilkan gas dalam usus. Jika digoreng dengan minyak berlebih, bisa memperparah perut kembung dan diare.
Kol goreng bisa memperparah masalah maag atau refluks asam lambung.
Kol goreng tinggi lemak dan kalori, sehingga jika sering dikonsumsi bisa meningkatkan resistensi insulin.
Minyak jelantah atau gorengan berminyak bisa membebani kerja hati dalam memproses lemak.
Proses penggorengan pada suhu tinggi merusak vitamin C dan beberapa nutrisi penting dalam kol.
Lemak jenuh dari gorengan bisa meningkatkan risiko peradangan kronis dalam tubuh.
Makanan berminyak seperti kol goreng bisa memperparah kondisi kulit berjerawat.
Kol goreng yang dikonsumsi terlalu sering bisa memperburuk kesehatan pembuluh darah, sehingga risiko stroke meningkat.
Meskipun kol goreng enak sebagai pelengkap makanan, misalnya pecel lele atau ayam goreng, sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering. Lebih sehat jika kol diolah dengan cara direbus, ditumis sedikit minyak, atau dibuat lalapan segar. (Z-4)
Makanan ini populer sebagai lauk pendamping di warung nasi seperti warteg, warung Padang, atau rumah makan tradisional.
Proses menggoreng menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Proses menggoreng menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk senyawa karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved