Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MINUMAN bersoda adalah jenis minuman yang mengandung karbon dioksida sehingga menghasilkan gelembung dan sensasi berdesis saat diminum.
Minuman bersoda merupakan minuman berkarbonasi dengan kandungan gula dan asam yang sebaiknya dikonsumsi secukupnya.
Sebagian besar minuman bersoda mengandung gula tinggi yang bisa memicu lonjakan gula darah.
Konsumsi rutin soda meningkatkan risiko resistensi insulin.
Kalori tinggi tanpa rasa kenyang membuat soda mudah menyebabkan obesitas.
Kandungan gula dan asam dalam soda merusak enamel gigi.
Asam fosfat dalam soda dapat mengganggu penyerapan kalsium.
Karbonasi bisa menyebabkan kembung dan perut tidak nyaman.
Gula berlebih berhubungan dengan tekanan darah dan kolesterol tinggi.
Kafein pada soda bersifat diuretik ringan.
Kandungan kafein dapat menyebabkan sulit tidur.
Efek manis dan kafein membuat soda sulit dihentikan.
Fruktosa berlebih dapat memicu peningkatan asam urat.
Konsumsi jangka panjang soda dikaitkan dengan risiko batu ginjal.
Mulut lebih asam sehingga memicu bau mulut dan masalah gusi.
Baiknya, ganti soda dengan air putih, infused water, atau teh tanpa gula untuk menjaga kesehatan tubuh. (Z-4)
Sumber: alodokter, halodoc
Minuman ini biasanya juga mengandung gula, pewarna, perasa buatan, dan kafein, yang memberi rasa manis dan sensasi menyegarkan.
Biasanya minuman ini ditambahkan gula, perasa buatan, pewarna, dan bahan pengawet untuk memberikan rasa manis dan kesegaran.
Studi menunjukkan bahwa minum minuman bersoda secara rutin dapat memicu pertumbuhan bakteri usus yang dikaitkan dengan risiko depresi.
Minuman berpemanis dikaitkan dengan peningkatan risiko sekitar 50%, sementara minuman rendah atau tanpa tambahan gula meningkatkan risiko hingga 60%.
Minum satu kaleng minuman bersoda setiap hari baik versi manis maupun versi diet dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hati berdasarkan penelitian terbaru di Tiongkok
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved