Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI banyak orang, perawatan diri menjadi korban pertama saat kehamilan dan masa awal menjadi orangtua dimulai. Sebuah studi terbaru dari Sport England mengungkap kenyataan pahit, lebih dari separuh (57%) ibu hamil dan orangtua dengan bayi di bawah usia satu tahun merasa dikucilkan atau tidak disambut saat mencoba untuk tetap aktif secara fisik.
Hambatannya bukan sekadar tekanan di kelas kebugaran. Laporan tersebut mencatat 46% orangtua merasa terlalu lelah akibat tuntutan mengasuh anak, 38% kesulitan menemukan waktu, dan 21% memiliki pilihan penitipan anak yang terbatas. Padahal, para ahli sepakat olahraga adalah kunci untuk memperbaiki kualitas tidur, meningkatkan suasana hati, hingga menurunkan risiko depresi pascamelahirkan.
Kampanye This Girl Can dari Sport England menunjukkan hampir sepertiga ibu hamil khawatir olahraga dapat membahayakan janin. Hal ini diperparah dengan kebingungan mengenai batas aman aktivitas fisik.
Lindsey Gentile, pelatih kesehatan prenatal dan pascanatal asal West Hollywood, sering menemui kekhawatiran ini. “Meskipun perut Anda mungkin belum terlihat di awal kehamilan, mual dan kelelahan bisa membuat Anda terpaku di sofa. Setelah perut mulai membesar, pusat gravitasi akan berubah, memengaruhi keseimbangan dan membuat jenis latihan tertentu terasa sulit atau tidak nyaman,” ujar Gentile.
Namun, Dr. Alexandra Hamilton dari NewYork-Presbyterian menegaskan bahwa jika dokter telah memberikan izin, olahraga justru sangat bermanfaat. Manfaatnya mulai dari mengurangi kecemasan, menurunkan risiko diabetes gestasional, preeklamsia, hingga peluang kelahiran caesar.
Setelah bayi lahir, prioritas sering kali bergeser sepenuhnya. Dr. Mahino Talib, seorang Ob-gyn di NYU Langone Health, mengakui banyaknya hambatan fisik dan mental.
“Begitu banyak hal tentang pemulihan pascapersalinan adalah menemukan versi baru dari diri Anda—tubuh Anda berbeda, prioritas Anda telah bergeser total, hormon Anda tidak menentu, dan jika Anda menyusui, semua ini berlipat ganda 100 kali lipat,” kata Dr. Talib.
Meski sulit, aktivitas fisik bisa menjadi alat pemulihan yang kuat. Sebuah studi tahun 2025 menunjukkan bahwa olahraga intensitas sedang selama 80 menit seminggu, seperti jalan cepat, dapat mengurangi keparahan gejala kecemasan dan risiko depresi pascapersalinan.
Pesan utamanya adalah berikan ruang bagi diri sendiri untuk pulih. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum memulai rutinitas apa pun, dan ingatlah bahwa setiap gerakan kecil sangat berarti bagi kesehatan fisik serta mental Anda. (Parents/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved