Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Bakti Barito-STiR dan BBPMP Perkuat Kemitraan untuk Penguatan Motivasi Intrinsik Guru

Putri Anisa Yuliani
09/2/2026 02:14
Bakti Barito-STiR dan BBPMP Perkuat Kemitraan untuk Penguatan Motivasi Intrinsik Guru
Yayasan Bakti Barito bersama STiR Education secara resmi memasuki Fase 2 implementasi program di Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), lembaga penjaminan mutu pendidikan di bawah Kem(Dok. Yayasan Bakti Barito)

YAYASAN Bakti Barito bersama STiR Education secara resmi memasuki Fase 2 implementasi program di Indonesia melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), lembaga penjaminan mutu pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

Penandatanganan MoU ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan STiR Education dengan pemerintah Indonesia, sekaligus menegaskan komitmen bersama untuk meningkatkan hasil belajar dengan menumbuhkan kembali motivasi intrinsik para guru, kepala sekolah, pengawas, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan. 

Setelah melalui lebih dari empat tahun pembelajaran dan implementasi di Indonesia, Fase 2 dirancang untuk memastikan program dapat berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak daerah melalui penguatan sistem. BBPMP menjadi mitra dalam implementasi program di Jawa Timur, sementara Bakti Barito-STiR melanjutkan pendampingan di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.

Kolaborasi dengan pemerintah
Sebagai bagian dari Fase 2, Bakti Barito–STiR Education akan memperluas implementasi program di Jawa Timur dari dua menjadi sepuluh kabupaten/kota. 

Melalui MoU ini, BBPMP Jawa Timur akan memimpin koordinasi tingkat provinsi, mendukung implementasi di tingkat kabupaten/kota, serta memastikan keselarasan program dengan kerangka mutu pendidikan nasional

Fase ini menekankan upaya konvergensi pendekatan STiR Education ke dalam sistem pemerintahan yang sudah terbentuk. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat memperkuat pengembangan guru melalui pembelajaran antar rekan sejawat yang terstruktur (peer learning), pendampingan (coaching), serta refleksi berbasis data. 

Melalui kemitraan dengan lembaga penjaminan mutu pendidikan di tingkat provinsi, program ini diharapkan dapat memperkuat keterpaduan antar wilayah dan mendorong perbaikan sistem pendidikan yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Pendekatan STiR Education berfokus pada perubahan perilaku dan penguatan motivasi intrinsik. Alih-alih mengandalkan model pelatihan satu kali yang bersifat jangka pendek, melalui Siklus Peningkatan Pembelajaran (Learning Improvement Cycles), guru, kepala sekolah, pengawas, dan pejabat dinas pendidikan terlibat dalam proses pembelajaran bersama, pendampingan, refleksi, serta perbaikan berkelanjutan yang didukung oleh data.

Evaluasi dampak yang dilakukan secara independen oleh Deloitte pada tahun 2024, serta ditinjau secara akademis oleh Northeastern University, menunjukkan bahwa kota/kabupaten yang didukung oleh STiR di Indonesia mencatat hasil literasi 16,4% lebih tinggi dibandingkan kabupaten kontrol. Selain itu, ditemukan pula peningkatan pada pembelajaran sosial-emosional siswa serta tingkat otonomi guru.

Memperkuat keberlanjutan
MoU dengan BBPMP menegaskan komitmen bersama dalam membangun kemandirian daerah dalam pengelolaan dan keberlanjutan program. 

Pada Fase 2, BBPMP akan mengambil peran yang lebih besar dalam mengoordinasikan dan mengelola pendekatan ini di Jawa Timur, dengan Bakti Barito–STiR Education berperan sebagai mitra teknis strategis.

"Kemitraan dengan BBPMP merupakan langkah penting untuk memperkuat peran motivasi intrinsik dalam mendukung perubahan berkelanjutan pada sistem pendidikan Indonesia," ujar Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Pendidikan Unggul–Program STiR Indonesia, Yoni Nurdiansyah.

"Berangkat dari empat tahun pembelajaran dan adaptasi yang telah dilakukan, Fase 2 memungkinkan kami bekerja lebih erat dengan mitra pemerintah untuk mendorong peningkatan sistem secara menyeluruh, serta memastikan guru memiliki dukungan yang dibutuhkan agar setiap anak dapat belajar dan berkembang secara optimal," tambahnya.

"Di Bakti Barito, kami meyakini bahwa peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan berakar pada pemberdayaan guru dan penguatan sistem. Kemitraan Fase 2 ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung solusi yang dipimpin oleh pemerintah, menguatkan peran para pemangku kepentingan pendidikan di daerah, serta memastikan mutu pendidikan tidak hanya terjaga, tetapi juga terus meningkat dari waktu ke waktu," kata Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A Purbasari.

Kemitraan ini selaras dengan prioritas pendidikan nasional Indonesia dan mendukung visi bersama untuk membangun sistem pendidikan yakni guru senang mengajar dan anak-anak senang belajar. (Put/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya