Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (KPM Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers Indonesia yang tetap menjalankan perannya di tengah perubahan teknologi yang sangat cepat, tekanan ekonomi yang tidak ringan, serta meningkatnya ekspektasi publik.
Menurut Fifi, masa depan media tidak lagi bisa dilihat dari satu sisi semata. Keberlanjutan bisnis, dinamika industri periklanan, dan isu integritas jurnalistik kini saling terkait, terutama dalam era hiperkonektivitas yang dirasakan bersama.
"Di tengah perubahan teknologi yang begitu cepat, tekanan ekonomi yang tidak ringan, dan ekspektasi publik yang terus meningkat, pers Indonesia tetap berdiri dan menjalankan perannya," kata Fifi di Gedung Dewan Pers, Kamis (5/2).
Ia menjelaskan, arus informasi kini bergerak dalam hitungan detik, sementara algoritma turut menentukan apa yang dilihat publik. Kondisi ini membuat kecepatan akan lebih dihargai dibanding ketepatan, dan viralitas sering kali lebih menarik daripada proses verifikasi.
Dalam ekosistem tersebut, media menghadapi dilema nyata antara bertahan hidup atau menjaga kualitas, mengejar klik atau mempertahankan kepercayaan, serta mengikuti arus atau tetap berpegang pada kompas jurnalistik.
Salah satu tantangan paling terasa, lanjutnya, adalah perubahan dalam industri periklanan. Banyak keputusan iklan kini ditentukan oleh indikator cepat seperti klik, impresi, dan tingkat keterlibatan. Akibatnya, nilai sebuah konten sering diukur hanya dalam hitungan jam bahkan menit, sehingga trafik tidak lagi sekadar menyangkut eksistensi media, tetapi juga keberlangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja media.
Meski demikian, Fifi menegaskan bahwa integritas harus tetap menjadi pijakan utama. Integritas di era hiperkonektivitas bukan berarti menolak kecepatan atau teknologi, melainkan memahami kapan harus bergerak cepat dan kapan perlu berhenti sejenak untuk memastikan kebenaran melalui konfirmasi.
"Integritas juga berarti menjaga batas yang jelas antara kepentingan editorial dan kepentingan komersial. Batas ini memang tidak selalu nyaman, tapi justru di sanalah kepercayaan publik terbangun," ujarnya..
Ia menambahkan, dalam jangka panjang kepercayaan bukan hanya nilai etis, tetapi juga nilai ekonomi. Media yang dipercaya akan memiliki audiens lebih loyal, reputasi lebih kuat, serta posisi tawar yang lebih baik.
Dari perspektif pemerintah, pers yang berkelanjutan dan berintegritas merupakan kepentingan bersama. Media berperan sebagai pilar demokrasi, penjaga ruang publik, sekaligus sarana pemenuhan hak masyarakat atas informasi.
Fifi menegaskan, pemerintah berkomitmen menjadi mitra dalam menjaga ekosistem pers yang sehat, yang mampu bertahan secara ekonomi, tetap independen secara editorial, serta dipercaya publik.
"Pers yang kuat dan berintegritas bukan hanya kebutuhan industri, melainkan fondasi penting bagi masyarakat yang demokratis dan berdaya," tuturnya. (H-2)
Parlemen Kanada saat ini juga sedang mempertimbangkan RUU yang mengharuskan mereka membayar royalti ketika mereka menggunakan konten media Kanada.
MEDIA Indonesia meraih dua penghargaan Indonesia Print Awards (IPMA) 2023. Pertama, The Best of Travel and Sport Photography (Silver Winner) dan The Best of National Newspaper (Silver Winner).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved