Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI banyak orangtua, mengasuh anak kini bukan sekadar kewajiban moral, melainkan sumber stres utama yang menyaingi persoalan finansial. Laporan Cost of Care 2026 dari Care.com mengungkapkan fakta mengejutkan, 36% orangtua menempatkan pengasuhan anak sebagai pemicu stres tertinggi, tepat di bawah masalah keuangan (44%).
Krisis ini menciptakan efek domino yang merusak. Naaz Nichols, Chief Customer Experience Officer di Care.com sekaligus ibu tunggal, menjelaskan betapa eratnya keterkaitan antar tekanan tersebut.
"Bagi kebanyakan orangtua, tekanan-tekanan ini sangat terkait erat," ujar Nichols. "Pengasuhan memengaruhi keuangan. Keuangan memengaruhi pekerjaan. Dan ketika pekerjaan serta uang terasa tidak stabil, kesehatan mental sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan."
Data menunjukkan situasi yang kian mengkhawatirkan. Sebanyak 34% responden mengaku pernah mempertimbangkan bunuh diri atau melukai diri sendiri akibat beban pengasuhan. Angka ini meningkat dari 29% pada tahun sebelumnya.
Kondisi ini diperparah oleh hilangnya waktu pribadi. Laporan tersebut mencatat isu pengasuhan memengaruhi 90% komitmen orangtua terhadap aktivitas hidup yang penting, termasuk waktu bersama teman (51%) dan hobi (49%).
Laporan ini memberikan sorotan khusus pada ketimpangan beban yang dipikul para ibu. Ekspektasi sosial masih menempatkan perempuan sebagai manajer utama pengasuhan, bahkan jika kedua orang tua bekerja.
Data menunjukkan perbedaan kontras:
Akibatnya, lebih dari 455.000 perempuan meninggalkan angkatan kerja antara Januari hingga Agustus 2025. Kebijakan kembali ke kantor (return-to-office) tanpa solusi penitipan anak yang terjangkau menjadi pendorong utama tren ini.
Meski perubahan kebijakan publik sangat mendesak, para ahli menyarankan beberapa langkah praktis bagi orangtua:
"Pengasuhan perlu diperlakukan sebagai infrastruktur penting, bukan masalah pribadi yang harus diselesaikan keluarga sendirian," tegas Nichols.
Perjuangan ini bukan sekadar masalah individu, melainkan kegagalan sistemik yang memerlukan advokasi bersama agar suara orang tua tidak lagi bisa diabaikan oleh para pembuat kebijakan. (Parents/Z-2)
Apakah anak Anda tidak bisa lepas dari pelukan? Kenali fenomena Velcro Baby, alasan di balik sikap manja si kecil, dan tips ahli untuk menghadapinya tanpa stres.
Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta menegaskan bahwa keluarga memegang peran penting dalam menjaga kesehatan mental ibu.
Tes darah pertama di dunia untuk mendeteksi risiko depresi pascamelahirkan akan segera diluncurkan di AS.
Riset menunjukkan satu dari tiga ibu baru jalani masa pascapersalinan tanpa dukungan ibu kandung, dengan risiko depresi perinatal lima kali lebih tinggi.
Berdasarkan studi yang diterbitkan di JAMA, kesehatan mental ibu mengalami penurunan sejak 2016. Namun kesehatan mental ayah tidak mengalami gangguan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved