Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

dr. Ardi Santoso,SpA Dorong Pendekatan Genetik untuk Atasi Anak Susah Makan, Tegaskan Peran Edukasi Kesehatan Berbasis Sains

Media Indonesia
03/2/2026 10:33
dr. Ardi Santoso,SpA Dorong Pendekatan Genetik untuk Atasi Anak Susah Makan, Tegaskan Peran Edukasi Kesehatan Berbasis Sains
dr. M.N. Ardi Santoso menegaskan anak susah makan perlu ditangani dengan pendekatan ilmiah berbasis nutrisi, ASI, perilaku, dan faktor genetik.(Alila Hotel Solo)

DOKTER anak dan edukator kesehatan nasional dr.M.N. Ardi Santoso, Sp.A, M.Kes menegaskan pentingnya pendekatan ilmiah dan berbasis data dalam menangani masalah anak susah makan, yang masih menjadi tantangan besar keluarga Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Parenting Class nasional bertajuk “Dari ASI hingga Genetik: Cara Baru Memahami dan Mengatasi Anak SusahMakan” di Alila Hotel Solo.

Dalam sesi utama “Harapan di Ujung Sendok: Pendekatan Genetik pada Anak Susah Makan”, dr. Ardi mengulas integrasi ASI, nutrisi, perilaku makan, dan faktor genetik sebagai kunci memahami variasi respons anak terhadap makanan, sekaligus mencegah salah kaprah yang kerap berujung pada tekanan makan dan gangguan tumbuh kembang.

“Anak susah makan bukan semata soal ‘mau atau tidak mau’. Ada faktor biologis, genetik, dan lingkungan yang harus dipahami bersama. Edukasi yang tepat akan mencegah orang tua mengambil jalan pintas yang justru merugikan anak,” ujar dr. Ardi Santoso.

Selain dikenal luas sebagai edukator kesehatan anak dengan follower jutaan di sosial media, dr. Ardi juga merupakan dokter anak yang berpraktik di Klinik Utama Kasih Ibu Sehati (KUKIS) Solo, serta tokoh kemanusiaan yang aktif dalam berbagai misi bantuan bencana di Sumatera, serta advokasi kemanusiaan untuk Palestina dan Sudan. Konsistensinya menggabungkan praktik klinis, edukasi publik, dan kerja kemanusiaan menjadikan dr. Ardi sebagai figur publik yang berpengaruh dalam isu kesehatan anak dan kemanusiaan di Indonesia.

Parenting Class ini diselenggarakan secara offline dan online, terbuka untuk masyarakat luas, dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan membangun literasi kesehatan keluarga Indonesia agar lebih kritis, rasional, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak. (RO/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya