Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Evolusi Mengejutkan! Serigala Abu-abu Mulai Berburu Berang-berang Laut, Apa Dampaknya?

Thalatie K Yani
01/2/2026 10:16
Evolusi Mengejutkan! Serigala Abu-abu Mulai Berburu Berang-berang Laut, Apa Dampaknya?
Ilustrasi(freepik)

DI sebuah pulau terpencil di Alaska, aturan alam sedang ditulis ulang. Serigala abu-abu, yang selama ini dikenal sebagai penguasa daratan, mulai menunjukkan perilaku yang mengejutkan para ilmuwan. Mereka turun ke laut untuk memburu berang-berang laut.

Fenomena unik ini terjadi di Pulau Prince of Wales, Alaska. Pergeseran pola makan ini tidak hanya mengubah cara kita memandang serigala, tetapi juga berpotensi memicu efek domino pada ekosistem pesisir. Patrick Bailey, kandidat doktor dari University of Rhode Island, kini memimpin penelitian untuk mengungkap rahasia di balik adaptasi luar biasa ini.

Gigi Sebagai Rekam Jejak Sejarah

Untuk memahami transisi ini, Bailey menggunakan metode kreatif, yakni menganalisis lapisan pertumbuhan pada gigi serigala, mirip seperti membaca cincin pada batang pohon. Melalui teknik isotop stabil, tim peneliti dapat melacak pola makan individu serigala dari waktu ke waktu.

"Jika sampelnya cukup besar, kita dapat mengambil sampel dari setiap cincin pertumbuhan ini secara individual untuk melacak pola makan individu seiring berjalannya waktu," jelas Bailey.

Sarah Kienle, peneliti dari CEAL Lab, menambahkan berburu di air membutuhkan keahlian yang sangat berbeda. "Menangkap dan memakan mangsa di lingkungan laut sangat berbeda dengan melakukannya di darat. Kami sangat penasaran apakah serigala pesisir ini memiliki adaptasi perilaku yang berbeda dari serigala darat," ungkapnya.

Misteri di Balik Kamera Tersembunyi

Meskipun laporan mengenai serigala yang memakan mangsa laut sudah ada selama 20 tahun, detail mengenai cara mereka menangkap berang-berang laut masih menjadi misteri. Kini, dengan bantuan kamera pengintai (trail cameras) yang lebih canggih, tim peneliti berharap bisa mendapatkan rekaman visual yang jelas.

"Sejauh ini, kita tahu bahwa serigala-serigala ini mengonsumsi berang-berang laut. Sekarang kami bersiap untuk menangkap detail-detail yang sebelumnya luput dari perhatian kami," kata Bailey.

Ancaman Merkuri di Rantai Makanan

Namun, adaptasi ini membawa konsekuensi berbahaya. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berang-berang laut mengandung kadar metilmerkuri, bentuk merkuri yang beracun, yang cukup tinggi. Akibatnya, serigala yang memangsa mereka turut terpapar racun tersebut.

Hasil uji laboratorium pada sampel hati serigala pesisir menunjukkan konsentrasi merkuri hingga 278 kali lebih tinggi dibandingkan serigala di pedalaman.

"Akumulasi metilmerkuri dapat menyebabkan serangkaian masalah terkait reproduksi, kondisi fisik, hingga kelainan perilaku," Bailey memperingatkan.

Kerja Sama dengan Penduduk Lokal

Penelitian di medan yang sulit ini tidak mungkin berhasil tanpa peran masyarakat setempat. Bailey bekerja sama erat dengan Michael Kampnich, seorang teknisi riset lokal yang memberikan perspektif mendalam mengenai ekologi pulau.

"Bekerja dengan penduduk lokal sangat penting karena mereka memiliki pengalaman dan perspektif selama puluhan tahun yang tidak kami miliki sebagai peneliti luar," tutup Bailey. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya