Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRUS Nipah adalah penyakit zoonotik, yaitu infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia. Virus ini bisa menyerang semua kelompok usia, dengan median pasien berada di rentang 17-27 tahun. Meski begitu, kasus berat dapat terjadi mulai dari bayi usia 6 bulan hingga lansia 75 tahun.
Walaupun anak-anak tergolong jarang terinfeksi, sebagian besar kasus ditemukan pada dewasa muda yang masih produktif secara ekonomi. Kelompok paling banyak terdampak adalah laki-laki (sekitar 61-74%), terutama mereka yang bekerja di sektor pertanian atau merawat anggota keluarga yang sakit.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, menjelaskan bahwa perjalanan virus Nipah di dalam tubuh dimulai dari aliran darah.
“Virus masuk ke dalam darah, lalu menyeberang ke lokasi yang ia senangi, yaitu sistem saraf dan saluran napas,” jelas Dominicus dalam konferensi pers daring, Kamis (29/1).
Begitu virus mencapai sistem saraf pusat, dampaknya bisa sangat serius. Penderita dapat mengalami perubahan kesadaran, tidak sadar, bahkan kejang.
Virus Nipah juga dapat berpindah dari saluran cerna menuju paru-paru atau saluran pernapasan lain. Jika ini terjadi, pasien bisa mengalami sesak napas hingga gangguan pernapasan berat.
Namun, Dominicus menegaskan bahwa virus selalu melalui jalur utama, darah. Dari sana, virus dapat menyebar ke berbagai organ apabila tubuh gagal menghentikannya.
Gejala awal infeksi Nipah sering tampak seperti flu biasa, antara lain:
Namun kondisi dapat berkembang cepat menjadi jauh lebih berbahaya.
Pada fase lebih serius, pasien bisa mengalami:
Virus Nipah termasuk infeksi yang mematikan, terutama bagi kelompok rentan.
Dominicus memperingatkan bahwa virus Nipah dapat menjadi “malapetaka” bagi penderita penyakit penyerta.
“Kalau orang-orang lansia dengan diabetes, penyakit paru obstruktif menahun, apalagi kanker atau gangguan kekebalan seperti HIV, itu bisa menjadi bencana,” ujarnya.
Pada anak-anak, risiko juga tinggi terutama jika memiliki:
“Itulah yang berisiko karena secara umum daya tahan tubuhnya tidak sebaik anak-anak lain,” pungkasnya. (RO/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved