Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Mikroplastik Kurangi Kemampuan Laut Menyerap Karbon

Atalya Puspa    
20/1/2026 15:58
Mikroplastik Kurangi Kemampuan Laut Menyerap Karbon
Ilustrasi mikroplastik(Ist)

PAKAR Pencemaran dan Ekotoksikologi IPB University, Prof Etty Riani, menyatakan mikroplastik berpotensi mengurangi efektivitas laut dalam menyerap dan menyimpan karbon, meski bukan menjadi penyebab tunggal menurunnya fungsi tersebut.

Ia menegaskan hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang secara langsung menyimpulkan mikroplastik sebagai faktor utama penurunan kemampuan laut menyerap karbon. Namun, berbagai riset menunjukkan mikroplastik berkontribusi melalui gangguan terhadap organisme laut dan proses biogeokimia.

Menurut Prof Etty, mikroplastik dapat mengganggu fitoplankton yang berperan penting menyerap karbon melalui fotosintesis. Partikel mikro dan nanoplastik yang menempel pada permukaan fitoplankton berpotensi menghalangi cahaya matahari sehingga menghambat fotosintesis dan menurunkan penyerapan karbon.

Selain itu, mikroplastik juga berdampak pada rantai makanan laut. Zooplankton kerap mengonsumsi mikroplastik karena bentuknya menyerupai makanan alami. Kondisi ini menyebabkan zooplankton kekurangan nutrisi dan energi sehingga berisiko menurunkan populasinya.

Padahal, zooplankton memiliki peran penting dalam membawa karbon ke dasar laut melalui kotoran dan bangkai yang dikenal sebagai marine snow.

“Keberadaan mikroplastik membuat agregat karbon menjadi lebih ringan sehingga proses tenggelam ke dasar laut berlangsung lebih lambat. Akibatnya, karbon lebih lama berada di kolom air dan berpeluang kembali terlepas ke atmosfer,” ujar Etty dikutip dari laman resmi IPB Unversity, Selasa (20/1). 

Ia juga menyebut mikroplastik dapat menjadi perantara bahan berbahaya dan beracun, seperti logam berat, yang mengganggu fisiologi organisme laut. Dampak tersebut dapat merusak organ, mengganggu reproduksi, dan menurunkan populasi biota laut, sehingga melemahkan kemampuan ekosistem laut menyimpan karbon dalam jangka panjang.

Untuk menekan pencemaran mikroplastik, Etty mendorong pengurangan penggunaan plastik, terutama plastik sekali pakai dan mikroplastik primer seperti microbeads pada produk kosmetik dan perawatan tubuh. Ia juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat sejak usia dini hingga perguruan tinggi.

Selain itu, perubahan paradigma pengelolaan limbah dinilai penting, dari sekadar sampah menjadi sumber bernilai ekonomi melalui penerapan ekonomi sirkular. Penguatan sistem 3R (reduce, reuse, recycle), pemanfaatan teknologi, serta pengembangan material ramah lingkungan seperti bioplastik berbasis bahan alam juga perlu terus dilakukan.

Etty menegaskan, upaya pengurangan mikroplastik harus dilakukan secara holistik dan terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk melalui kerja sama lintas instansi seperti dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Pengurangan mikroplastik memerlukan kombinasi kebijakan yang efektif, teknologi inovatif, perubahan perilaku masyarakat, serta kolaborasi global. Yang terpenting adalah implementasi kebijakan yang sudah ada secara terkoordinasi dan konsisten,” tuturnya.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya