Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Delegasi Kunjungi Wenzhou, Sepakati Kerja Sama Pengembangan Energi Baru

Despian Nurhidayat
19/1/2026 15:05
Delegasi Kunjungi Wenzhou, Sepakati Kerja Sama Pengembangan Energi Baru
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DELEGASI bisnis asal Indonesia, PT Globalasia Infrastructure Fund (GIF) beserta mitra strategis dari GGBEC Global Alliance, mencapai sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral dengan pemerintah kota Wenzhou, Tiongkok, selama kunjungan tiga hari, 12-14 Januari 2026.

Delegasi yang dipimpin Witjaksono (Ketua Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama/Chairman GIF) serta didampingi Pan Yongchang (Ketua Eksekutif GGBEC/Ketua Dewan Legislatif Asing Italia), Muchtar Aziz (Direktur Utama GIF) dan Xu Fang (Penghubung Kantor GGBEC Indonesia/Direktur Utama PT Global Investment Partner), diterima langsung oleh Wang Zhenyong, Wakil WaliKota Wenzhou yang membidangi belt and road, industri, teknologi, dan energi.

Pertemuan juga dihadiri perwakilan berbagai dinas terkait kota, meliputi bidang ekonomi, industri, teknologi, perdagangan, investasi, dan urusan luar negeri, yang menunjukkan komitmen kuat Wenzhou dalam membuka peluang kolaborasi internasional.

Chairman GIF Witjaksono menyampaikan pada pertemuan itu tercapai kesepakatan tiga pihak antara GIF, GGBEC, serta Pemerintah Kota Wenzhou bersama mitra industrinya. Kesepakatan ini bertujuan mengubah air laut menjadi kontrak yaitu merealisasikan komitmen investasi dan teknologi dalam pengembangan energi baru.

Dalam pertemuan lanjutan, kata Witjaksono, pihaknya juga bertemu dengan perwakilan perusahaan lokal terkemuka, Tsingshan Group. Mereka membahas rencana konkret untuk membangun rantai pasok industri energi baru di Indonesia.

Menyoroti aspek penting kerja sama ini, Witjaksono menekankan bahwa kesuksesan kolaborasi strategis jangka panjang harus dibangun di atas harmoni dan saling pemahaman budaya.

"Sebagai representasi masyarakat Indonesia yang majemuk, kami percaya kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok harus berjalan dengan prinsip selaras dan melebur," ujarnya.

"Interaksi kita harus menciptakan sinergi budaya, dengan nilai-nilai kearifan lokal, termasuk semangat gotong royong dan ke-Islam-an moderat dari Nahdlatul Ulama, dapat berdialog secara produktif dengan dinamika dan inovasi dari budaya Tiongkok," paparnya.

Lebih lanjut, Witjaksono menyatakan pendekatan tersebut penting untuk mencegah potensi gesekan budaya yang dapat memicu konflik sosial, baik di tingkat bisnis maupun masyarakat.

"Dengan fondasi saling hormat, investasi, dan transfer teknologi ini tidak hanya akan membawa kemajuan material, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antara kedua bangsa," tegasnya.

Witjaksono menegaskan GIF akan memberikan dukungan penuh dan memastikan implementasi serta replikasi proyek energi baru tersebut.

Sementara itu, Ketua Eksekutif GGBEC/Ketua Dewan Legislatif Asing Italia Pan Yongchang menyatakan pihaknya siap mendukung Indonesia dalam menarik investasi global berkualitas dan menduplikasi kesuksesan proyek tersebut ke negara-negara anggota aliansi lainnya.

Ia juga menegaskan kunjungan ini memperkuat peran pemerintah kota Wenzhou, yang dijuluki Ibu Kota Pengusaha Dunia, sebagai penghubung bisnis global, khususnya dalam inisiatif Belt and Road.

"Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok, tetapi juga menciptakan model pengembangan industri hijau yang dapat diterapkan secara global," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik