Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Mengenal Filosofi Kain Tenun Tradisional Tana Toraja: Tenun Paruki' dan Sarita

Nike Amelia Sari
16/1/2026 18:47
Mengenal Filosofi Kain Tenun Tradisional Tana Toraja: Tenun Paruki' dan Sarita
Di antara berbagai jenisnya, kain Paruki' dan Sarita menonjol sebagai representasi utama dari kekayaan filosofi serta tradisi masyarakat setempat.( Dok. Instagram @pesona.indonesia)

SETIAP lembar kain tenun dari Tana Toraja sejatinya adalah narasi visual yang mendalam. Di antara berbagai jenisnya, kain Paruki' dan Sarita menonjol sebagai representasi utama dari kekayaan filosofi serta tradisi masyarakat setempat.

Menyadur informasi dari akun Instagram @pesona.indonesia, berikut adalah nilai-nilai yang terkandung dalam wastra khas Tana Toraja tersebut:

1. Sarita

Kain ini memiliki kedudukan yang sangat suci dan tidak sembarang orang bisa memakainya; hak penggunaannya terbatas bagi parengnge' (pemuka adat) serta tominaa (pemuka agama). 

Dalam upacara Rambu Solo', sarita dipakai sebagai perlambang rasa hormat yang tinggi kepada kaum bangsawan dan biasanya dipajang di rumah adat Tongkonan.

2. Paruki

Khas dengan pola utamanya, yaitu pa'sekong kandaure, tenun ini merupakan simbol atas kemuliaan serta martabat para perempuan di Toraja. 

Sebagai bentuk apresiasi terakhir bagi seorang perempuan yang wafat, kain dengan motif tersebut akan dipasangkan pada peti jenazahnya untuk melambangkan nilai luhur yang ia wariskan semasa hidup. (Nas/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya