Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Bullying PPDS, Kemenkes Minta Unsri dan RS Evaluasi Menyeluruh hingga Grup WA

M Iqbal Al Machmudi
16/1/2026 16:31
Bullying PPDS, Kemenkes Minta Unsri dan RS Evaluasi Menyeluruh hingga Grup WA
DIREKTUR Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Azhar Jaya.(MI/Iqbal )

DIREKTUR Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Azhar Jaya meminta Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) dan RSUP M Hoesin melakukan evaluasi menyeluruh setelah terjadinya kasus bullying atau perundungan peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS). 

Evaluasi tersebut mencangkup 19 item salah satunnya pengawasan di grup Whatsapp (WA) antar PPDS.

"Sebanyak 19 misalnya penertiban WA supaya terkontrol, di grup WA itu harus ada perwakilan daripada rumah sakit dan FK. Kalau misalnya ternyata nggak ada, berarti itu grup WA gelap," kata Azhar, Jumat (16/1).

Grup WA gelap dikhawatirkan bisa menjadi sarana memberikan instruksi terhadap bullying atau menjadi ruang untuk bullying secara digital.

Item selanjutnya yakni RSUP M Hoesni dan FK Unsri harus memiliki aturan jaga yang lebih jelas dan lebih ketat, sehingga mereka bisa bekerja untuk meningkatkan keamanan pasien. 

Selanjutnya yakni tidak ada lagi rekening ataupun pengumpulan-pengumpulan uang tanpa diketahui atau tidak secara resmi.

Diketahui, penyelenggaraan PPDS Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unsri di RSUP M Hoesni dihentikan sementara imbas adanya praktik bullying antar PPDS tersebut.

Azhar menjelaskan penyelenggaraan PPDS FK Unsri di RSUP M Hoesni dapat kembali berjalan jika keduanya sudah melakukan evaluasi menyeluruh dan memenuhi 19 item perbaikan tersebut.

"Karena dampaknya besar tergantung daripada FK Unsri dan RSUP M Hoesni melaksanakan sekitar 19 item-item perbaikan tersebut. Kalau cepat ya cepat, tapi kalau lambat ya mohon maaf lebih lama juga penyelenggaraan PPDS," pungkasnya. (Iam/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya