Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA bersiap memperkuat dominasinya dalam peta ekonomi syariah dunia melalui penyelenggaraan D-8 Halal Expo Indonesia 2026. Ajang yang akan digelar di Senayan Tennis Indoor, Jakarta, pada April 2026 ini dirancang sebagai platform transformasi dari pameran nasional menjadi kerja sama ekonomi halal berskala internasional.
Penyelenggaraan expo ini bukan sekadar pameran biasa, melainkan side event resmi dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing-8 (D-8) 2026. Dengan melibatkan anggota D-8—Indonesia, Malaysia, Turki, Iran, Pakistan, Bangladesh, Mesir, dan Nigeria—acara ini menyasar pasar raksasa dengan total populasi gabungan lebih dari 1,2 miliar jiwa.
Direktur Sosial Budaya dan Kemitraan Strategis Kementerian Luar Negeri RI, Ary Aprianto, menegaskan bahwa pemerintah memposisikan ekonomi halal sebagai instrumen diplomasi ekonomi di tengah ketidakpastian global.
“D-8 Halal Expo Indonesia 2026 diposisikan sebagai platform kolaborasi strategis yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan ekonomi halal dari negara-negara anggota D-8,” ujar Ary.
Menurutnya, kerja sama berbasis nilai ini menjadi semakin relevan di tengah fragmentasi perdagangan dunia.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KNEKS, Putu Rahwidiyasa, melihat expo ini sebagai pintu gerbang bagi industri lokal.
"D-8 Halal Expo Indonesia 2026 menjadi pintu masuk bagi UMKM dan industri halal nasional untuk terhubung langsung dengan pasar global, sekaligus mendorong terbentuknya rantai nilai halal yang terintegrasi,” jelasnya.
Dari sisi pelaku usaha, Kadin Indonesia, melalui Mohamad Bawazeer, menyoroti potensi besar intra-D-8 yang belum tergarap optimal. Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif sebagai hub distribusi produk halal, mulai dari sektor pangan, kosmetik, hingga farmasi.
Penyelenggara pun memastikan bahwa kegiatan ini akan berorientasi pada hasil nyata. CEO SkyConnection, Aryo Wibisono, mengungkapkan bahwa mereka akan menghadirkan business matching yang terkurasi.
“Kami tidak hanya menghadirkan pameran, tetapi juga business matching terkurasi yang diarahkan pada kesepakatan nyata, baik dalam bentuk MoU, LoI, maupun potensi transaksi dagang dan investasi,” tegas Aryo.
Selain pameran produk, rangkaian acara akan mencakup forum bisnis dan dialog antarotoritas halal untuk mempercepat standardisasi sertifikasi lintas negara. Sektor yang dicakup sangat luas, mulai dari keuangan syariah, logistik halal, teknologi digital, hingga pariwisata ramah Muslim.
Melalui inisiatif ini, Indonesia berupaya mewujudkan visi Keketuaan D-8 untuk memperkuat kerja sama demi kemakmuran bersama, sekaligus membuktikan bahwa ekonomi halal adalah motor pertumbuhan baru yang stabil dan berkelanjutan di kancah global. (Z-1)
Komitmen terhadap penguatan ekosistem industri halal nasional terus ditunjukkan oleh para pelaku usaha melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang festival bergengsi sepanjang 2025.
Posisi Indonesia di industri halal global masih belum optimal.
Penghargaan ini diberikan penyelenggara H20 World Halal Summit sebagai bentuk apresiasi terhadap peran aktif BPJPH RI dalam mendorong harmonisasi standar halal.
Hingga saat ini, lebih dari 10 juta produk telah bersertifikat halal dan beredar dengan jaminan keamanan, kebersihan, serta kehalalan.
Dalam AOAC Southeast Asia (SEA) Annual Conference 2025 di Bangkok, Thailand, Laboratorium LPPOM MUI tampil sebagai salah satu pembicara utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved