Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Cara Menanam Terong di Polybag agar Berbuah Lebat dan Panjang

Wisnu Arto Subari
14/1/2026 10:30
Cara Menanam Terong di Polybag agar Berbuah Lebat dan Panjang
Ilustrasi.(Freepik)

TERONG merupakan komoditas sayuran yang sangat responsif terhadap lingkungan tumbuhnya. Meskipun terlihat mudah ditanam, terong memerlukan perhatian khusus pada fase pembungaan agar tidak terjadi kerontokan. Dengan media tanam yang terbatas di dalam polybag, Anda dituntut untuk menjadi manajer nutrisi yang andal bagi tanaman.

1. Pemilihan Varietas dan Persemaian yang Benar

Keberhasilan panen dimulai dari kualitas benih. Untuk penanaman di polybag, pilihlah varietas hibrida (F1) yang memiliki keunggulan daya tumbuh tinggi dan tahan terhadap virus gemini (kuning). Beberapa varietas populer antara lain terong ungu panjang, terong hijau, atau terong bulat.

Proses Semai: Jangan langsung menanam benih di polybag besar. Gunakan tray semai atau gelas plastik kecil dengan media tanah halus dan kompos (1:1). Benih terong biasanya berkecambah dalam 5-10 hari. Pindahkan ke polybag besar setelah bibit memiliki 4-5 helai daun sejati (sekitar umur 25-30 hari).

2. Komposisi Media Tanam High-Nutrition

Karena akar terong hanya akan berputar di dalam polybag, media tanam harus sangat subur dan poros (tidak padat). Gunakan perbandingan berikut:

  • 2 bagian tanah topsoil (tanah lapisan atas yang hitam).
  • 1 bagian pupuk kandang/kompos yang sudah difermentasi (matang).
  • 1 bagian sekam bakar (untuk drainase dan aerasi akar).

Campurkan juga satu genggam kapur dolomit per polybag untuk menjaga stabilitas pH tanah, karena terong sangat sensitif terhadap tanah yang terlalu asam.

3. Rahasia Teknik Double Pruning untuk Buah Lebat

Inilah yang membedakan penanam amatir dengan profesional. Teknik pemangkasan (pruning) sangat krusial agar nutrisi tidak terbuang ke cabang yang tidak produktif.

Tahap 1: Pemangkasan Tunas Bawah

Buang semua tunas samping (tunas air) yang tumbuh di ketiak daun di bawah cabang utama yang berbentuk huruf Y. Hal ini bertujuan agar sirkulasi udara di bawah tanaman lancar dan mencegah kelembapan tinggi yang memicu jamur.

Tahap 2: Potong Pucuk (Topping)

Setelah tanaman memiliki 2-3 cabang utama yang sudah berbuah, potong ujung pucuk batang utama. Ini akan merangsang tanaman untuk mengirimkan seluruh energi fotosintesis ke pembesaran buah, sehingga terong bisa tumbuh lebih panjang dan berbobot.

Baca juga: Tujuh Khasiat Daun Kelor bagi Kesehatan

4. Manajemen Pemupukan Fase Generatif

Terong adalah tanaman yang rakus nutrisi. Untuk menghasilkan buah yang panjang dan mengilap, tanaman membutuhkan kalium (K) yang tinggi.

  • Minggu 1-4: Berikan pupuk NPK 16-16-16 dosis 5 gram per polybag setiap minggu untuk pertumbuhan batang dan daun.
  • Minggu 5 ke atas (Fase Bunga): Ganti dengan pupuk yang mengandung unsur P dan K tinggi (seperti MKP atau KNO3 Putih). Pupuk ini akan menguatkan tangkai bunga agar tidak rontok dan mempercepat pembesaran buah.
  • Tips Organik: Siramkan pupuk organik cair (POC) dari rendaman sabut kelapa yang kaya kalium setiap 3 hari sekali.

Baca juga: Pahit yang Bermanfaat, Berikut 8 Manfaat Daun Pepaya

Kendala Menanam Terong di Polybag

Kenapa bunga terong sering rontok sebelum jadi buah?

Penyebab utama adalah kekurangan unsur mikro (boron) atau penyiraman yang tidak stabil. Tanah yang terlalu kering saat berbunga akan membuat tanaman stres dan menggugurkan bunganya. Pastikan penyiraman dilakukan rutin pagi dan sore saat cuaca terik.

Bagaimana cara mengatasi kutu kebul (hama putih) di bawah daun?

Kutu kebul adalah pembawa virus. Gunakan pestisida nabati dari campuran bawang putih dan sabun cuci piring yang disemprotkan ke bagian bawah daun pada sore hari secara rutin setiap 3 hari.

Practical Checklist Budi Daya Terong

  • Gunakan polybag minimal ukuran 40x40 cm untuk ruang akar yang optimal.
  • Pasang ajir (bambu penyangga) segera setelah pindah tanam agar batang tidak patah saat berbuah berat.
  • Lakukan perempelan daun tua (daun yang sudah menguning di bagian bawah) secara berkala.
  • Pastikan tanaman mendapat sinar matahari penuh (minimal 8 jam sehari).
  • Panenlah terong saat kulitnya masih mengkilap; jika sudah kusam, tandanya terong sudah terlalu tua dan bijinya mengeras.

Kesimpulan

Menanam terong di polybag bukan hanya soal menyiram dan memberi pupuk, tetapi juga soal manajemen pertumbuhan melalui pruning dan pemenuhan unsur Kalium. Dengan menerapkan teknik Double Pruning dan menjaga konsistensi penyiraman, Anda bisa memanen terong yang panjang, mulus, dan lebat meski hanya dari teras rumah. Selamat berkebun!

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya