Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMBAYAR utang puasa Ramadan atau puasa qadha Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang meninggalkan puasa karena uzur syar'i, seperti sakit, perjalanan jauh (musafir), haid, hingga menyusui. Namun, sering kali muncul pertanyaan: kapan sebenarnya batas waktu terakhir untuk melunasi utang dengan puasa qadha Ramadan tersebut? Apakah ada sanksi jika kita melewati batas waktu yang ditentukan?
Memahami tenggat waktu puasa qadha Ramadan sangat penting agar ibadah kita tetap sesuai dengan syariat dan tidak menumpuk beban di masa depan. Berikut adalah panduan lengkap mengenai batas waktu, hukum, hingga tata cara membayar utang puasa yang perlu Anda ketahui.
Secara umum, mayoritas ulama (Jumhur Ulama) dari mazhab Syafi'i, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa batas waktu terakhir untuk membayar utang puasa Ramadan adalah hingga datangnya bulan Ramadan berikutnya. Artinya, Anda memiliki waktu kurang lebih 11 bulan sejak bulan Syawal hingga akhir bulan Sya'ban.
Bulan Sya'ban sering kali disebut sebagai "bulan terakhir" atau kesempatan final bagi umat Muslim untuk melunasi utang puasanya. Rasulullah SAW sendiri diceritakan dalam hadis riwayat Aisyah RA, bahwa beliau terkadang baru sempat menyempurnakan qadha puasa di bulan Sya'ban karena kesibukan melayani kebutuhan umat.
Persoalan ini sering terjadi karena kelalaian atau uzur yang berkelanjutan. Terdapat dua kondisi hukum yang berbeda dalam hal ini:
Fidyah adalah denda berupa pemberian makan kepada fakir miskin. Besaran fidyah per hari puasa yang ditinggalkan adalah 1 mud atau setara dengan 675 gram (sekitar 0,7 kg) beras atau makanan pokok setempat. Namun, menurut SK Ketua BAZNAS, fidyah juga dapat dibayarkan dalam bentuk uang yang setara dengan harga porsi makan yang layak.
Niat adalah rukun utama dalam ibadah. Niat qadha puasa harus dilakukan pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Berikut adalah lafal niatnya:
"Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat mengqadha puasa fardu bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."
Banyak umat Muslim ingin mendapatkan pahala ganda dengan menggabungkan niat qadha puasa dengan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa enam hari di bulan Syawal. Menurut pendapat yang kuat di mazhab Syafi'i, hal ini diperbolehkan dan seseorang akan mendapatkan pahala keduanya, asalkan niat utamanya adalah qadha puasa wajib.
Bagi Anda yang lupa jumlah pasti utang puasa karena sudah menahun, para ulama menyarankan untuk mengambil jumlah yang paling maksimal (paling meyakinkan) agar kewajiban benar-benar gugur. Berikut checklist praktisnya:
Menunda kewajiban hanya akan memberatkan ibadah kita di masa depan. Dengan memahami batas waktu terakhir membayar utang puasa ini, diharapkan kita dapat lebih disiplin dalam menjalankan perintah agama dan menyambut Ramadan berikutnya dengan hati yang bersih tanpa beban utang. (H-3)
dalam realitasnya, tidak sedikit Muslim yang belum sempat melunasi utang puasa Ramadan dengan puasa qadha Ramadan hingga hilal bulan suci berikutnya kembali tampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved