Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Capaian TKA SMA Rendah, Lestari Moerdijat: Lakukan Perbaikan Sistem Pendidikan

mediaindonesia.com
12/1/2026 15:21
Capaian TKA SMA Rendah, Lestari Moerdijat: Lakukan Perbaikan Sistem Pendidikan
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.(Dok.MPR RI)

HASIL Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA yang dirilis baru-baru ini menjadi sinyal peringatan bagi dunia pendidikan Indonesia. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan perlunya langkah perbaikan yang konkret dan mendasar agar sistem pendidikan mampu mencetak generasi yang kompetitif di kancah global.

Dalam keterangannya pada Senin (12/1), Lestari menyebutkan bahwa pengumuman hasil TKA akhir tahun lalu merupakan momen krusial untuk mengevaluasi pola pembelajaran nasional secara menyeluruh.
Rapor Merah TKA: Angka Literasi dan Numerasi Memprihatinkan

Berdasarkan data yang dipublikasikan pada Jumat (27/12/2025), hasil ujian nasional untuk kategori sekolah negeri dan swasta menunjukkan tren yang mengkhawatirkan pada tiga mata pelajaran inti.

Berikut adalah rekapitulasi nilai rata-rata nasional yang diraih siswa kelas XII SMA/sederajat:

  1.     Bahasa Indonesia: 55,38
  2.     Matematika: 36,10
  3.     Bahasa Inggris: 24,93

Lestari, yang akrab disapa Rerie, menilai capaian rendah ini bukan hanya masalah di tingkat SMA saja. Menurutnya, hal ini mencerminkan lemahnya penanaman dasar-dasar literasi dan numerasi sejak tahap awal pendidikan.

Fokus pada Nalar Kritis, Bukan Sekadar Hafalan

Sebagai anggota Komisi X DPR RI, Rerie mendorong adanya transformasi metode belajar di kelas. Ia menekankan pentingnya penguatan kemampuan analisis dan nalar kritis bagi para peserta didik.

"Hasil TKA jenjang kelas XII SMA dan sederajat yang dirilis akhir tahun lalu harus menjadi momentum bagi para pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah perbaikan mendasar dan sistematis terhadap pola pendidikan nasional yang diterapkan selama ini," tegas Rerie.

Ia berpendapat bahwa penguasaan materi yang sejati harus lahir dari pemahaman konsep dan penyelesaian masalah, bukan didasari oleh metode hafalan semata yang bersifat sementara.

Tokoh dari Partai NasDem ini meminta adanya kerja sama lintas sektoral antara pemerintah pusat dan daerah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat evaluasi sistem pendidikan demi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih berkualitas di masa depan.

Rerie berharap agar isu literasi dan numerasi menjadi prioritas nasional, mengingat peran pentingnya sebagai pondasi utama kemajuan bangsa. 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya