Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM ilmu tajwid, Waqaf secara bahasa berarti menahan atau berhenti. Secara istilah, waqaf adalah menghentikan bacaan sejenak untuk mengambil napas dengan niat melanjutkan kembali bacaan. Pemahaman mengenai tanda waqaf sangat vital karena berhenti pada tempat yang salah dapat merusak struktur kalimat dan makna wahyu Allah SWT.
Di dalam Mushaf Al-Qur'an, terutama Standar Indonesia dan Madinah, terdapat berbagai simbol kecil di atas ayat yang menjadi rambu-rambu bagi pembaca. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai 14 tanda waqaf yang perlu Anda ketahui.
Secara garis besar, tanda-tanda ini memberi instruksi apakah kita wajib berhenti, dilarang berhenti, atau boleh memilih.
| No | Nama Waqaf | Simbol | Instruksi Singkat |
|---|---|---|---|
| 1 | Waqaf Lazim | مـ | Wajib Berhenti |
| 2 | Waqaf Mamnu' | لا | Dilarang Berhenti |
| 3 | Waqaf Jaiz | ج | Boleh Berhenti/Lanjut |
Tanda mim kecil (مـ) ini disebut Waqaf Lazim atau "Waqaf Tam" (sempurna). Jika menemui tanda ini, pembaca wajib berhenti. Alasannya, jika bacaan dilanjutkan, makna ayat bisa menjadi rancu atau berubah total.
Simbol Lam Alif (لا) menandakan larangan. Ini adalah kebalikan dari Waqaf Lazim. Pembaca dilarang berhenti pada tanda ini jika berada di tengah ayat. Anda harus terus membaca (wasal) hingga menemukan tanda waqaf lain atau akhir ayat. Namun, jika tanda ini berada di akhir ayat, pembaca boleh berhenti.
Huruf Jim (ج) adalah singkatan dari Jaiz yang artinya boleh. Pada tanda ini, hukumnya netral. Anda boleh berhenti untuk mengambil napas, dan boleh juga melanjutkannya. Tidak ada keutamaan khusus antara berhenti atau lanjut.
Sering disingkat dengan simbol (قلى), tanda ini berarti "berhenti lebih utama". Meskipun Anda diperbolehkan untuk melanjutkan bacaan (wasal), namun dianjurkan untuk berhenti (waqaf) demi kesempurnaan makna.
Simbol (صلى) adalah kebalikan dari tanda sebelumnya. Artinya "melanjutkan lebih utama". Anda boleh berhenti jika napas tidak kuat, namun sangat dianjurkan untuk melanjutkan bacaan (wasal).
Tanda ini berupa titik tiga yang muncul dua kali berdekatan (∴ ... ∴). Cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda saja. Jika Anda sudah berhenti di tanda titik tiga yang pertama, Anda tidak boleh berhenti di tanda kedua, dan sebaliknya.
Tanda Sin kecil (س) atau tulisan Saktah mewajibkan pembaca untuk berhenti sejenak tanpa mengambil napas (sekitar 2 harakat), lalu melanjutkan bacaan. Ini sering ditemukan pada Surah Al-Kahfi ayat 1 dan Surah Yasin ayat 52.
Dilambangkan dengan huruf Tha (ط). Tanda ini menunjukkan bahwa kalimat tersebut sudah sempurna secara tata bahasa. Oleh karena itu, pembaca diharuskan atau dianjurkan berhenti pada tanda ini.
Dilambangkan dengan huruf Zha (ز). Tanda ini menunjukkan bahwa pembaca boleh berhenti, namun hukumnya lebih baik melanjutkan (wasal). Tingkat anjuran lanjutnya lebih rendah dibandingkan Al-Waslu Aula.
Dilambangkan dengan huruf Sad (ص). Tanda ini biasanya muncul pada ayat yang sangat panjang. Pembaca diizinkan berhenti untuk mengambil napas karena darurat (napas pendek), namun jika napas masih panjang, lebih baik diteruskan.
Huruf Qaf (ق) menandakan adanya perbedaan pendapat ulama qiraat. Sebagian ulama memperbolehkan waqaf di sini, namun pendapat yang lebih kuat menyarankan untuk melanjutkan bacaan.
Simbol Kaf (ك) berasal dari kata Kadzalik yang berarti "demikian pula". Artinya, hukum waqaf di tanda ini sama dengan hukum tanda waqaf sebelumnya. Jika tanda sebelumnya wajib berhenti, maka di sini pun demikian.
Tanda ini bertuliskan Qif (قف) yang merupakan kata perintah "Berhentilah!". Sesuai namanya, pembaca dianjurkan untuk berhenti pada tanda ini, meskipun tidak sampai derajat wajib seperti Waqaf Lazim.
Hampir mirip dengan Saktah, namun durasi berhentinya sedikit lebih lama. Pada tanda ini, pembaca berhenti sejenak tanpa mengambil napas, namun dengan jeda yang lebih panjang daripada Saktah.
Memahami ke-14 tanda ini adalah bagian dari adab terhadap Al-Qur'an. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Muzzammil ayat 4: "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)." Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjelaskan bahwa makna tartil adalah membaguskan pengucapan huruf dan mengetahui tempat-tempat waqaf.
Bagi pemula, disarankan untuk menggunakan Mushaf Al-Qur'an terjemahan atau mushaf tajwid warna yang biasanya memberikan penjelasan visual mengenai tanda-tanda ini di bagian indeks, sehingga memudahkan proses belajar.
Pahami hukum bacaan Qalqalah Kubra dalam ilmu tajwid. Simak pengertian, huruf, cara membaca, dan contoh lengkapnya di dalam Al-Qur'an di sini.
Simak penjelasan lengkap mengenai contoh Mad Badal dalam Al-Qur'an, pengertian, asal-usul, serta hukum cara membacanya yang benar sesuai kaidah tajwid.
Belajar Idgham Bighunnah dengan mudah! Panduan lengkap cara membaca nun mati/tanwin bertemu huruf idgham. Pahami hukum tajwid & tingkatkan bacaan Qur'an-mu sekarang! lihat selengkapnya
Alif Lam Syamsiah dan Alif Lam Qomariah: Penjelasan. Pelajari Alif Lam Syamsiah & Qomariah: definisi, perbedaan, contoh, dan cara mudah membedakannya. Kuasai tajwid dengan cepat!
Alif Lam Syamsiah dan Alif Lam Qomariah: Penjelasan. Pelajari Alif Lam Syamsiah & Qomariah: definisi, perbedaan, contoh, dan cara mudah membedakannya. Kuasai tajwid dengan cepat!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved