Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Contoh Mad Badal dalam Al-Qur'an: Pengertian dan Cara Bacanya

Akmal Fauzi
27/12/2025 21:22
Contoh Mad Badal dalam Al-Qur'an: Pengertian dan Cara Bacanya
ilustrasi(freepik)

MEMPELAJARI ilmu tajwid merupakan fardu kifayah, namun membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar adalah fardu 'ain bagi setiap muslim. Salah satu hukum bacaan yang sering ditemui namun kerap tertukar dengan hukum mad lainnya adalah Mad Badal. Memahami contoh Mad Badal serta kaidah dasarnya sangat penting agar bacaan Al-Qur'an kita tartil dan tidak menyalahi makna. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas apa itu Mad Badal, bagaimana cara membacanya, serta contoh-contohnya yang terdapat dalam surat-surat Al-Qur'an.

Pengertian Mad Badal Secara Bahasa dan Istilah

Sebelum masuk ke dalam daftar contoh, penting untuk memahami definisi dasarnya terlebih dahulu. Secara etimologi atau bahasa, Mad artinya memanjangkan, sedangkan Badal bermakna 'pengganti' atau 'menggantikan'.

Secara istilah dalam ilmu tajwid, Mad Badal terjadi apabila terdapat huruf Hamzah (ء) bertemu dengan huruf Mad (Alif, Wawu, atau Ya) dalam satu kata. Disebut sebagai 'badal' atau pengganti karena pada asalnya, huruf mad tersebut merupakan huruf Hamzah Sukun (mati) yang kemudian diganti menjadi huruf Mad yang sesuai dengan harakat huruf Hamzah sebelumnya.

Asal-Usul Terjadinya Mad Badal

Hukum ini dinamakan badal karena adanya proses pergantian huruf. Pada dasarnya, Mad Badal adalah berkumpulnya dua huruf Hamzah dalam satu kalimat. Hamzah yang pertama berharakat (hidup), sedangkan Hamzah yang kedua sukun (mati).

Karena pengucapan dua hamzah seperti itu dianggap berat dalam lisan Arab, maka Hamzah kedua diganti menjadi huruf Mad:

  • Jika Hamzah pertama berharakat Fathah, maka Hamzah kedua diganti menjadi Alif.
  • Jika Hamzah pertama berharakat Kasrah, maka Hamzah kedua diganti menjadi Ya.
  • Jika Hamzah pertama berharakat Dhammah, maka Hamzah kedua diganti menjadi Wawu.

Hukum dan Cara Membaca Mad Badal

Menurut riwayat Hafs dari Imam 'Ashim (riwayat yang umum digunakan di Indonesia), hukum membaca Mad Badal adalah dibaca panjang sebanyak 2 harakat atau satu alif. Durasinya sama seperti membaca Mad Thabi'i. Tidak boleh dibaca terlalu panjang melebihi 2 harakat, kecuali jika Anda mengikuti riwayat qira'at lain seperti Warsh yang membolehkan 2, 4, atau 6 harakat.

Kumpulan Contoh Mad Badal dalam Al-Qur'an

Berikut adalah berbagai contoh Mad Badal yang diambil dari ayat-ayat suci Al-Qur'an, dikategorikan berdasarkan perubahan hurufnya agar lebih mudah dipahami.

1. Contoh Hamzah Bertemu Alif (Harakat Fathah)

Contoh ini terjadi ketika Hamzah berharakat fathah bertemu dengan Alif. Salah satu contoh paling populer terdapat pada kata Aamana.

Surat Al-Baqarah Ayat 13:

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ

"Wa iżā qīla lahum āminū kamā āmanan-nās..."

Pada ayat di atas, terdapat kata آمِنُوا (Aaminuu) dan آمَنَ (Aamana). Huruf Hamzah berharakat fathah berdiri atau bertemu alif dibaca panjang 2 harakat. Anda dapat mempelajari konteks ayat ini selengkapnya di Surat Al-Baqarah.

2. Contoh Hamzah Bertemu Ya (Harakat Kasrah)

Kasus ini terjadi ketika Hamzah berharakat kasrah bertemu dengan Ya sukun. Contoh yang sering ditemukan adalah kata Iimana.

Surat Ali 'Imran Ayat 173:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا

"...fazādahum īmānā..."

Perhatikan kata إِيمَانًا (Iimānā). Di sini, Hamzah berharakat kasrah bertemu dengan Ya sukun. Ini adalah bentuk Mad Badal yang harus dibaca panjang 2 ketukan. Simak bacaan lengkapnya di Surat Ali Imran.

Surat Quraysh Ayat 1:

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ

"Li'īlāfi quraīsy."

Kata لِإِيلَافِ (Li'īlāfi) juga mengandung hukum Mad Badal pada pertemuan Hamzah kasrah dan Ya. Baca surat ini di Surat Quraysh.

3. Contoh Hamzah Bertemu Wawu (Harakat Dhammah)

Bentuk ketiga adalah ketika Hamzah berharakat dhammah bertemu dengan Wawu sukun. Contohnya terdapat pada kata Uutu.

Surat Al-Baqarah Ayat 121:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ

Pada kata آتَيْنَاهُمُ terdapat Mad Badal (Hamzah fathah bertemu alif), namun contoh untuk Hamzah dhammah bertemu Wawu bisa kita lihat di ayat lain seperti pada Surat Al-Jathiyah ayat 6 pada kata أُوتُوا (Uutuu).

Surat Al-Jathiyah Ayat 6:

تِلْكَ آيَاتُ اللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۖ فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَ اللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ

Meskipun ayat di atas lebih menonjolkan kata Aayaatu (Mad Badal Fathah), bentuk Uutu atau Uutiya (أُوتِيَ) yang merupakan Mad Badal Dhammah banyak tersebar di surat lain, misalnya pada Surat Al-Baqarah ayat 269: "Wa man yu'tal-hikmata..." (pada kata yu'ta aslinya hamzah namun ini contoh variasi).

Contoh spesifik أُوتُوا (Uutuu) dapat ditemukan jelas pada Surat Al-Hadid Ayat 16:

وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ

Kata أُوتُوا adalah contoh sempurna Mad Badal di mana Hamzah dhammah bertemu Wawu sukun. Lihat selengkapnya di Surat Al-Hadid.

Perbedaan Mad Badal dan Mad Thabi'i

Seringkali pembaca pemula bingung membedakan Mad Badal dengan Mad Thabi'i karena cara bacanya sama-sama 2 harakat. Perbedaan kuncinya terletak pada letak Hamzah:

  • Mad Thabi'i: Huruf Mad (Alif, Wawu, Ya) didahului oleh huruf hijaiyah selain Hamzah. Contoh: Ba, Ta, Tsa yang panjang.
  • Mad Badal: Huruf Mad didahului secara spesifik oleh huruf Hamzah. Posisinya Hamzah dulu, baru Mad. Jika dibalik (Mad dulu baru Hamzah), maka hukumnya berubah menjadi Mad Wajib Muttasil atau Mad Jaiz Munfasil.

Dengan memahami contoh Mad Badal di atas, diharapkan kita dapat lebih teliti saat membaca Al-Qur'an. Kunci utamanya adalah memperhatikan setiap huruf Hamzah yang diikuti oleh pemanjang (Mad), dan pastikan durasinya konsisten dua ketukan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya