Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pengertian Qalqalah Kubra, Hukum, dan Contohnya dalam Al-Qur'an

Thalatie K Yani
29/12/2025 12:15
Pengertian Qalqalah Kubra, Hukum, dan Contohnya dalam Al-Qur'an
Ilustrasi(freepik)

Mempelajari Al-Qur'an tidak hanya sebatas membaca huruf demi huruf, melainkan juga memahami kaidah atau hukum bacaannya agar tartil dan maknanya terjaga. Salah satu hukum tajwid yang sangat penting dan sering dijumpai adalah Qalqalah Kubra. Dalam ilmu tajwid, Qalqalah secara harfiah berarti getaran, pantulan, atau memantul. Hukum ini berkaitan dengan cara melafalkan huruf-huruf tertentu yang memiliki sifat syiddah (kuat) dan jahr (jelas) ketika dalam keadaan mati atau sukun.

Pemahaman yang benar mengenai Qalqalah Kubra sangat krusial karena kesalahan dalam memantulkan huruf dapat mengubah bunyi dan keindahan bacaan Al-Qur'an. Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai definisi, huruf-huruf penyusun, cara membaca, serta contoh konkret Qalqalah Kubra yang terdapat dalam ayat-ayat suci Al-Qur'an.

Pengertian Qalqalah Kubra

Secara bahasa, Qalqalah berarti gerak atau getaran suara. Sedangkan Kubra memiliki arti 'besar'. Maka, Qalqalah Kubra adalah pantulan suara yang besar atau kuat. Hukum ini terjadi apabila salah satu dari huruf Qalqalah berada di akhir kalimat (ayat) atau karena adanya tanda waqaf (berhenti), dan huruf tersebut dimatikan karena waqaf tersebut, padahal asalnya berharakat (hidup).

Berbeda dengan Qalqalah Sughra yang terjadi di tengah kata dengan huruf yang asli mati (sukun), Qalqalah Kubra terjadi ketika pembaca memutuskan untuk berhenti pada huruf Qalqalah tersebut. Pantulan suara pada Qalqalah Kubra harus terdengar lebih jelas, lebih tebal, dan lebih kuat dibandingkan dengan Qalqalah Sughra.

Huruf-Huruf Qalqalah

Sebelum masuk ke contoh spesifik, penting untuk mengingat kembali huruf-huruf yang termasuk dalam hukum Qalqalah. Terdapat lima huruf hijaiyah yang memiliki sifat Qalqalah, yang sering disingkat dengan jembatan keledai "Baju Di Toko" atau Qutbu Jaddin (قُطْبُ جَدٍّ). Kelima huruf tersebut adalah:

  • Ba (ب)
  • Jim (ج)
  • Dal (د)
  • Tha (ط)
  • Qaf (ق)

Kelima huruf ini memiliki sifat tertahannya suara ketika diucapkan, sehingga untuk menyempurnakan pelafalannya saat sukun, diperlukan pantulan suara agar huruf tersebut terdengar jelas.

Cara Membaca Qalqalah Kubra

Cara membaca Qalqalah Kubra adalah dengan memberikan tekanan atau pantulan yang kuat pada huruf terakhir yang diwaqafkan. Pantulan ini tidak boleh sampai menyerupai harakat fathah, kasrah, ataupun dammah, melainkan murni bunyi pantulan dari makhraj huruf tersebut.

Berikut adalah panduan teknisnya:

  1. Pastikan Anda berhenti (waqaf) pada huruf Qalqalah.
  2. Matikan huruf tersebut (meskipun harakat aslinya fathah, kasrah, atau dammah).
  3. Lakukan hentakan suara atau pantulan yang lebih berat daripada jika huruf tersebut berada di tengah kata.

Contoh Bacaan Qalqalah Kubra dalam Al-Qur'an

Untuk memahami lebih dalam, berikut adalah contoh-contoh penerapan hukum Qalqalah Kubra yang diambil langsung dari ayat-ayat Al-Qur'an. Perhatikan huruf terakhir pada setiap ayat yang menjadi fokus pantulan.

1. Huruf Ba (ب) - Surat Al-Lahab Ayat 1

Pada ayat pertama Surat Al-Lahab, terdapat huruf Ba di akhir ayat yang berharakat fathah namun dibaca mati karena waqaf.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ

Tabbat yadā abī lahabiw wa tabb(a).

Pada kata "Watabb", huruf Ba dipantulkan dengan kuat. Karena huruf Ba di sini bertasydid, maka pantulannya disebut juga sebagai Qalqalah Akbar (tingkatan paling besar), namun secara umum masuk dalam kategori Kubra karena berada di posisi waqaf.

2. Huruf Dal (د) - Surat Al-Ikhlas Ayat 1

Contoh yang paling sering kita dengar adalah dalam Surat Al-Ikhlas ayat pertama. Huruf Dal berada di akhir ayat.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ

Qul huwallāhu aḥad(un).

Dibaca menjadi Ahad dengan memantulkan huruf Dal di akhir secara jelas.

3. Huruf Qaf (ق) - Surat Al-Falaq Ayat 1

Dalam Surat Al-Falaq, kita menemukan contoh Qalqalah Kubra pada huruf Qaf.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

Qul a'ūżu birabbil-falaq(i).

Kata Al-Falaq dibaca dengan memantulkan huruf Qaf di pangkal lidah dengan bunyi yang tebal.

4. Huruf Jim (ج) - Surat Al-Buruj Ayat 1

Contoh penggunaan huruf Jim sebagai Qalqalah Kubra dapat ditemukan dalam Surat Al-Buruj.

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ

Was-samā'i żātil-burūj(i).

Kata Al-Buruj dihentikan pada huruf Jim, sehingga menimbulkan pantulan yang jelas.

5. Huruf Tha (ط) - Surat Al-Buruj Ayat 20

Masih di surat yang sama, huruf Tha juga menjadi contoh Qalqalah Kubra ketika diwaqafkan. Anda bisa melihatnya di Surat Al-Buruj ayat 20.

وَاللَّهُ مِنْ وَرَائِهِمْ مُحِيطٌ

Wallāhu miw warā'ihim muḥīṭ(un).

Kata Muhiith dibaca dengan memantulkan huruf Tha. Perlu diingat, pantulan huruf Tha harus terdengar tebal (tafkhim) sesuai dengan sifat hurufnya.

Perbedaan Mendasar Qalqalah Kubra dan Sughra

Agar tidak tertukar, berikut adalah ringkasan perbedaan antara keduanya:

  • Posisi: Qalqalah Sughra terjadi di tengah kata/kalimat, sedangkan Qalqalah Kubra terjadi di akhir kata/kalimat (waqaf).
  • Kondisi Huruf: Pada Qalqalah Sughra, hurufnya asli bersukun (mati). Pada Qalqalah Kubra, hurufnya bisa saja berharakat hidup (fathah, kasrah, dammah, tanwin) namun menjadi sukun karena dibaca waqaf.
  • Kualitas Pantulan: Pantulan pada Qalqalah Kubra harus lebih kuat dan lebih jelas dibandingkan Sughra yang pantulannya lebih ringan.

Kesimpulan

Menerapkan hukum bacaan Qalqalah Kubra dengan benar adalah bagian dari upaya menyempurnakan ibadah membaca Al-Qur'an. Dengan memahami kelima huruf Qalqalah dan mempraktikkan cara pantulan yang "besar" saat waqaf, bacaan kita akan terdengar lebih fasih dan sesuai dengan kaidah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Teruslah berlatih dengan menyimak bacaan dari qari bersanad dan mempraktikkannya secara rutin.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya