Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Musim Rambutan Bulan Apa? Simak Jadwal Panennya di Indonesia

 Gana Buana
07/1/2026 15:17
Musim Rambutan Bulan Apa? Simak Jadwal Panennya di Indonesia
Kapan musim rambutan?(Dok. Badan Karantina Indonesia)

BAGI pencinta buah tropis, pertanyaan "kapan musim rambutan?" sering kali muncul begitu langit mulai mendung dan curah hujan meningkat. Di Indonesia, kehadiran buah berambut merah ini memang menjadi penanda khas pergantian musim. Rasanya yang manis, segar, dan daging buahnya yang lembut menjadikan rambutan primadona yang dinanti-nanti, bersanding dengan musim durian dan manggis.

Namun, tahukah Anda bahwa jadwal panen rambutan bisa bergeser tergantung kondisi iklim? Artikel ini akan mengupas tuntas siklus panen rambutan, faktor cuaca yang memengaruhinya, serta rekomendasi jenis rambutan terbaik yang wajib Anda buru saat musim raya tiba.

Jadwal Resmi Musim Rambutan di Indonesia

Dilansir dari akun X Badan Karantina Indonesia, secara umum, musim rambutan di Indonesia berlangsung beriringan dengan musim hujan. Pohon rambutan membutuhkan air yang cukup untuk membesarkan buahnya setelah masa pembungaan di musim kemarau. Berikut adalah estimasi jadwal panen rambutan yang perlu Anda catat:

  • Awal Musim (Panen Perdana): November hingga Desember. Pada periode ini, buah mulai bermunculan di pasar, namun harganya mungkin masih relatif tinggi karena pasokan belum melimpah ruah.
  • Puncak Musim (Panen Raya): Januari hingga Februari. Ini adalah waktu terbaik untuk membeli rambutan. Pasokan melimpah dari berbagai daerah sentra produksi membuat harga menjadi sangat terjangkau dan kualitas buah berada di titik optimal (sangat manis).
  • Akhir Musim: Maret hingga April. Sisa-sisa panen masih bisa ditemukan, namun jumlahnya mulai menipis dan kualitasnya mungkin tidak sesegar saat puncak musim.

Mengapa Rambutan Identik dengan Musim Hujan?

Siklus hidup pohon rambutan sangat unik. Tanaman ini membutuhkan water stress atau masa kering (kemarau) selama beberapa bulan (biasanya Juli-Oktober) untuk memicu pembungaan. Jika hujan terus turun sepanjang tahun (kemarau basah), pohon rambutan cenderung malas berbunga dan lebih banyak menumbuhkan daun.

Setelah bunga muncul di akhir kemarau, pohon membutuhkan air hujan untuk membesarkan buah hingga matang sempurna. Itulah sebabnya, panen raya selalu jatuh tepat di tengah-tengah musim hujan deras.

Mengenal Jenis Rambutan Populer di Indonesia

Tidak semua rambutan memiliki rasa dan tekstur yang sama. Agar tidak salah pilih, kenali karakteristik varietas unggulan yang paling sering beredar di pasaran berikut ini:

Jenis Rambutan Ciri Khas Fisik Karakter Rasa & Tekstur
Rambutan Binjai Warna merah tua mencolok, rambut panjang dan agak kasar. Daging tebal, manis legit, dan ngelotok (mudah lepas dari biji).
Rambutan Rapiah Rambut pendek, jarang, dan kulit seringkali masih berwarna hijau kekuningan meski sudah matang. Daging buah kering (tidak berair), sangat manis, renyah, dan bijinya kecil.
Rambutan Aceh/Lebak Bulus Warna kulit merah cerah hingga kekuningan, rambut halus. Kandungan air tinggi (juicy), rasa manis segar, namun kulit biji terkadang ikut terkelupas.
Rambutan Garuda Ukuran buah lebih besar dari rata-rata, warna merah menyala. Rasa manis dengan sedikit sensasi asam segar, daging cukup tebal.

Tips Jitu Memilih Rambutan Manis dan Segar

Membeli rambutan di pinggir jalan atau pasar tradisional memerlukan kejelian. Jangan hanya tergoda oleh warna merahnya saja. Gunakan panduan berikut untuk mendapatkan buah kualitas terbaik:

  1. Perhatikan Warna Rambut: Pilih rambutan yang rambutnya masih terlihat segar dan ujungnya tidak kering atau berwarna cokelat tua. Rambut yang layu menandakan buah sudah lama dipetik.
  2. Cek Kekenyalan: Tekan sedikit kulit buahnya. Rambutan yang matang sempurna dan bebas busuk biasanya memiliki kulit yang masih kenyal, tidak terlalu keras (mentah) dan tidak lembek berair (busuk).
  3. Hindari Semut Berlebih: Mitos mengatakan banyak semut berarti manis. Faktanya, terlalu banyak semut (terutama semut hitam kecil) bisa merusak kulit dan masuk ke dalam daging buah, membuat pengalaman makan menjadi tidak nyaman.
  4. Warna Bukan Segalanya (Khusus Rapiah): Jika Anda mencari jenis Rapiah, jangan takut membeli yang warnanya masih hijau kekuningan atau gundul. Justru itu ciri khas kematangannya.

Manfaat Kesehatan di Balik Rasa Manis

Selain memanjakan lidah, mengonsumsi rambutan saat musimnya memberikan asupan nutrisi penting bagi tubuh. Buah ini kaya akan Vitamin C yang efektif menjaga daya tahan tubuh di musim pancaroba. Selain itu, kandungan serat pangan dan tembaga (copper) di dalamnya baik untuk kesehatan pencernaan serta pembentukan sel darah merah.

Jadi, sudah siap menyambut musim rambutan tahun ini? Pastikan Anda membeli di waktu yang tepat, yakni sekitar bulan Januari hingga Februari, untuk mendapatkan harga terbaik dan rasa termanis. (X Baratin Indonesia/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya