Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Prabowo akan Deklarasikan Swasembada Beras 2025 Bertepatan Panen Raya di Karawang

Media Indonesia
07/1/2026 10:46
Prabowo akan Deklarasikan Swasembada Beras 2025 Bertepatan Panen Raya di Karawang
Ilustrasi(MI/Marliansyah)

PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri panen raya padi di Karawang, Jawa Barat, sekaligus menyampaikan pengumuman resmi mengenai capaian swasembada beras nasional 2025. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (6/1) malam.

Menurut Prasetyo, momentum panen raya tersebut menjadi penanda penting bahwa Indonesia berhasil menghentikan impor beras sepanjang tahun 2025. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan tercapainya swasembada karbohidrat, khususnya beras, meski belum mencakup seluruh komoditas pangan.

"Agendanya sebenarnya semacam penegasan bahwa kita telah berhasil dalam satu tahun ini mencapai swasembada beras. Belum swasembada pangan karena pangan terdiri dari beberapa hal. Kita baru bisa berhasil swasembada karbohidrat dalam hal ini beras. Artinya. swasembada kita 2025 sudah tidak impor beras lagi," kata Prasetyo selepas retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.

Ia menjelaskan, capaian swasembada beras menjadi fondasi awal menuju target yang lebih luas, yakni swasembada pangan nasional. Kendati demikian, pemerintah disebut tidak ingin terlena dengan hasil tersebut.

Prasetyo mengungkapkan bahwa meskipun cadangan beras yang dikelola Bulog saat ini tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah, pemerintah tetap waspada terhadap potensi gangguan produksi, terutama akibat faktor cuaca dan perubahan iklim.

Untuk menjaga keberlanjutan produksi beras pasca panen raya, pemerintah akan memperkuat sejumlah aspek penting, mulai dari ketersediaan pupuk, perbaikan jaringan irigasi, intensifikasi pertanian, hingga pengembangan benih unggul yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.

"Harapan kita itu bisa kita pertahankan, bisa kita tingkatkan. Kita tidak boleh puas meskipun ini adalah pertama kalinya terbesar dalam sejarah kita memiliki cadangan beras di Bulog, di tangan pemerintah," ujar Prasetyo.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran kabinet agar segera mempercepat pencapaian swasembada untuk komoditas strategis lainnya, seperti jagung, bawang, serta sumber protein.

Dalam agenda retret Kabinet Merah Putih, Presiden juga menekankan percepatan pembangunan sektor perikanan. Fokusnya meliputi pengembangan kampung nelayan dan pembangunan sekitar 1.582 kapal penangkap ikan. Selain itu, pemerintah mendorong penguatan budidaya ikan air tawar yang nantinya disalurkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi, selain kita pinginnya swasembada pangan, karbohidrat, kita juga protein, termasuk kebutuhan telur. MBG kalau nanti semua sudah berjalan tadi targetnya di bulan Mei kita sudah bisa mencapai 82 juta penerima," jelasnya. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik