Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Super Flu Masuk Indonesia, Pencegahan dari Rumah Perlu Diperkuat

Atalya Puspa    
02/1/2026 10:41
Super Flu Masuk Indonesia, Pencegahan dari Rumah Perlu Diperkuat
Ilustrasi Seseorang terkena Influenza(Freepik)

ISTILAH super flu kembali mencuat seiring lonjakan kasus influenza di Amerika Serikat yang dikaitkan dengan Influenza A (H3N2) subclade K. Subvarian ini juga dilaporkan mendominasi pada musim flu 2025/2026 di sejumlah negara Eropa, sehingga memicu kekhawatiran publik akan potensi penyebarannya di Indonesia. 

Menanggapi isu tersebut, Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar Nurmila meminta masyarakat menyikapinya secara proporsional. “Bukan untuk panik, tetapi untuk memperkuat kewaspadaan dan pencegahan,” ujarnya. 

Ia menegaskan, istilah super flu lebih merupakan label media. “Pertama, kita luruskan dulu istilahnya. Super flu itu label media. Secara ilmiah yang dibahas adalah H3N2 subclade K—dan sampai saat ini, laporan lembaga kesehatan menunjukkan tidak ada bukti kuat bahwa varian ini otomatis lebih mematikan. Namun, ia bisa membuat kasus meningkat cepat dan layanan kesehatan kewalahan,” kata Nurmila.

Secara klinis, influenza, termasuk H3N2, umumnya menimbulkan gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, pegal, dan lemas. Meski demikian, kelompok tertentu lebih berisiko mengalami kondisi berat, terutama anak balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit penyerta.

Karena itu, Nurmila meminta orangtua memperkuat pencegahan penularan di rumah dan mengenali tanda bahaya sejak dini. Pencegahan dapat dilakukan melalui vaksin influenza tahunan sesuai rekomendasi dokter, membiasakan cuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menggunakan masker saat bergejala. Anak yang sakit juga dianjurkan beristirahat di rumah agar tidak menularkan ke sekolah maupun anggota keluarga lain.

Terkait efektivitas vaksin di tengah fenomena antigenic drift, ia menegaskan vaksin influenza tetap relevan, terutama untuk menurunkan risiko sakit berat dan rawat inap, meskipun tingkat efektivitasnya dapat bervariasi setiap musim.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya