Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Lupakan Resolusi! Gunakan Kebiasaan Kunci  untuk Perubahan Permanen

Thalatie K Yani
02/1/2026 10:46
Lupakan Resolusi! Gunakan Kebiasaan Kunci  untuk Perubahan Permanen
Ilustrasi(freepik)

SETIAP Januari, lebih dari separuh pembuat resolusi terjebak dalam siklus yang sama. Mereka menetapkan target tinggi dengan motivasi meluap, namun kembali ke rutinitas lama sebelum musim panas tiba.

Kegagalan ini bukan karena kurangnya disiplin, melainkan karena resolusi biasanya hanya mengandalkan tekad (willpower). Masalahnya, tekad bersifat manual dan melelahkan, sementara kebiasaan bersifat otomatis. Di sinilah konsep keystone habits atau kebiasaan kunci menjadi pembeda.

Istilah yang dipopulerkan Charles Duhigg dalam buku "The Power of Habit" ini merujuk pada perilaku fondasi yang mampu memengaruhi berbagai aspek kesejahteraan lainnya. Saat Anda berhasil membangun satu kebiasaan inti, hal itu akan memicu rangkaian perubahan positif yang jauh melampaui kebiasaan itu sendiri.

Mengapa Kebiasaan Kunci Sangat Efektif?

Keystone habits bekerja dengan cara mengurangi beban kognitif. Jumlah upaya intelektual yang dibutuhkan untuk membuat keputusan berulang. Begitu sebuah perilaku menjadi otomatis, energi mental Anda terbebas untuk fokus pada hal lain.

Sebagai contoh, kebiasaan latihan kekuatan harian tidak hanya membuat fisik kuat, tetapi juga meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur. Saat merasa lebih baik secara fisik dan mental, Anda akan lebih termotivasi untuk menjaga pola makan. Satu perilaku memengaruhi banyak hasil positif.

3 Bidang Utama untuk Memulai Perubahan

Untuk mendapatkan efek domino yang maksimal, fokuslah membangun satu kebiasaan pada tiga area berikut:

  1. Pernapasan Sadar (Conscious Breathing) Latihan napas beberapa menit sehari dapat meningkatkan toleransi stres. Pernapasan lambat dengan hembusan napas panjang mengaktifkan sistem saraf parasimpatis untuk menenangkan tubuh. Contoh, ambil enam napas dalam setiap pagi sebelum turun dari tempat tidur.
  2. Gerakan Berkesadaran (Mindful Movement) Ini bukan sekadar olahraga, melainkan aktivitas fisik dengan tujuan meningkatkan kesadaran tubuh. Ini dapat mengurangi nyeri dan memperbaiki postur. Contoh, lakukan peregangan yoga selama lima menit setelah bangun tidur atau berjalan kaki singkat di siang hari.
  3. Koneksi Pikiran-Tubuh (Mind-Body Connection) Praktik ini memperkuat hubungan antara sensasi fisik dan kondisi mental, yang mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Contoh, menulis jurnal selama lima menit sebelum tidur untuk merefleksikan apa yang Anda rasakan sepanjang hari.

Rahasia Agar Kebiasaan Melekat

Kunci agar kebiasaan bertahan lama adalah dengan "Habit Stacking". Metode dari James Clear (Atomic Habits) yang menyandingkan kebiasaan baru dengan rutinitas lama yang sudah mapan. Misalnya, melakukan latihan napas saat menunggu air teh mendidih.

Selain itu, manfaatkan lingkungan Anda. Letakkan jurnal atau botol minum di tempat yang mudah terlihat sebagai pengingat visual.

Perubahan kecil yang diulang secara konsisten akan membentuk cara Anda bergerak, berpikir, dan merasa. Perubahan semacam ini tidak akan memudar di bulan Februari; ia akan terus terakumulasi dan bertahan selamanya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya