Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Kumpulan Contoh Muqodimah Arab Terlengkap dengan Arti dan Latin

Wisnu Arto Subari
30/12/2025 21:25
Kumpulan Contoh Muqodimah Arab Terlengkap dengan Arti dan Latin
Ilustrasi.(Freepik)

Dalam setiap acara keagamaan maupun pertemuan formal di lingkungan masyarakat Muslim, penggunaan muqodimah Arab atau kata pembuka berbahasa Arab merupakan hal yang sangat lumrah dan dianjurkan. Muqodimah berfungsi sebagai bentuk puji syukur kepada Allah SWT dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebelum memulai inti pembicaraan.

Bagi seorang penceramah, moderator, atau pembawa acara (MC), menguasai berbagai variasi muqodimah sangatlah penting untuk menyesuaikan dengan konteks acara, baik itu pengajian rutin, khutbah Jumat, maupun sambutan pernikahan.

Artikel ini menyajikan kumpulan contoh muqodimah bahasa Arab mulai dari yang paling singkat hingga yang lengkap, disertai dengan tulisan latin dan terjemahannya untuk memudahkan Anda dalam menghafal dan memahaminya.

1. Contoh Muqodimah Arab Singkat (Mudah Dihafal)

Bagi pemula atau untuk acara yang durasinya terbatas, muqodimah singkat adalah pilihan terbaik. Jenis pembukaan ini ringkas tetapi tetap mencakup rukun utama pembukaan majelis, yaitu hamdalah dan selawat.

Varian Pertama: Standar dan Umum

Muqodimah ini cocok digunakan untuk kultum, rapat warga, atau sambutan singkat.

الْحَمْدُ ِللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ، أَمَّا بَعْدُ

Latin: Alhamdulillahi wash-sholatu wassalaamu 'alaa rosuulillah wa'alaa aalihi wa shohbihi wa maw waalaah. Amma ba'du.

Artinya: "Segala puji bagi Allah. Selawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikutinya. Adapun setelah itu."

Baca juga: Pengertian Syuabul Iman 77 Cabang Iman Lengkap dan Dalilnya

Varian Kedua: Fokus pada Rasa Syukur

Varian ini sering digunakan ketika kita ingin menekankan nikmat hidayah yang diberikan Allah SWT.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ

Latin: Alhamdulillahilladzi hadana lihadza wama kunna linahtadiya laula an hadanallah.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (agama) ini. Dan kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak memberikan petunjuk kepada kami." (Merujuk pada QS Al-A'raf ayat 43).

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

2. Contoh Muqodimah Arab Sedang (Untuk Ceramah & Pengajian)

Untuk acara yang lebih formal seperti pengajian akbar atau peringatan hari besar Islam (PHBI), muqodimah dengan panjang sedang sangat direkomendasikan. Berikut adalah contoh yang populer digunakan oleh para asatidz.

Varian Ketiga: Al-Hamdulillahil Ladzi

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Latin: Alhamdulillahilladzi an'amanaa bini'matil iimaan wal islaam. Wanushollii wanusallimu 'alaa khoiril anaam sayyidinaa muhammadin wa'alaa aalihi wasohbihi ajma'iin, amma ba'du.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi sebaik-baik nikmat berupa iman dan islam. Salawat dan doa keselamatanku terlimpahkan selalu kepada Nabi Agung Muhammad Saw berserta keluarga dan para sahabat-sahabat Nabi semuanya."

Baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal

3. Muqodimah Khutbahul Hajah (Lengkap dan Fasih)

Ini adalah jenis muqodimah arab yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW dan sangat dianjurkan untuk Khutbah Jumat atau ceramah ilmiah. Muqodimah ini dikenal dengan nama Khutbahul Hajah.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Latin: Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta'iinuhu wa nastaghfiruhu wa na'uudzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a'maalinaa mayyahdihillahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlil falaa haadiyalahu. Asyhadu an laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh.

Artinya: "Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya, serta memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya."

Baca juga: Urutan Surat Juz 30 dalam Alquran, Dibaca saat Salat

Biasanya, setelah membaca teks di atas, khatib akan menyambungnya dengan ayat-ayat tentang takwa, seperti yang terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 102:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim."

4. Muqodimah Khusus Acara Pernikahan (Walimatul Ursy)

Untuk acara pernikahan, muqodimah yang dipilih biasanya berkaitan dengan penciptaan manusia yang berpasang-pasangan. Berikut adalah contoh pembukaan yang elegan untuk sambutan tuan rumah atau wakil keluarga.

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا وَكَانَ رَبُّكَ قَدِيْرًا. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ وَالْوَرَى وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ

Latin: Alhamdulillahilladzi kholaqo minal maa-i basyaron faja'alahu nasaban wa shihron wa kaana robbuka qodiiro. Wash-sholaatu wassalaamu 'alaa sayyidinaa muhammadin afdholil kholqi wal waro wa'alaa aalihi wa shohbihi sholaatan wa salaaman katsiiro, amma ba'du.

Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan manusia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu punya keturunan dan mushaharah (hubungan kekerabatan akibat pernikahan), dan adalah Tuhanmu Mahakuasa. Selawat dan salam semoga terlimpah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, semulia-mulia makhluk dan manusia, dan kepada keluarga dan sahabatnya dengan limpahan selawat dan salam yang banyak. Adapun setelah itu."

Baca juga: Bacaan Doa Sayyidul Istighfar Arab, Latin, dan Arti

5. Tips Menyampaikan Muqodimah Arab

Agar penyampaian muqodimah terdengar fasih dan menyentuh hati audiens, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:

  • Perhatikan Makhraj Huruf: Pastikan pelafalan huruf Arab (makhraj) diucapkan dengan benar agar tidak mengubah arti.
  • Intonasi yang Tepat: Gunakan intonasi yang berwibawa namun tetap rendah hati. Jangan terburu-buru saat melafalkan teks Arab.
  • Sesuaikan dengan Durasi: Jika Anda hanya memberikan sambutan 5 menit, gunakan muqodimah singkat. Jika Anda adalah penceramah utama, gunakan varian yang lebih lengkap.
  • Pahami Artinya: Mengetahui arti dari apa yang Anda ucapkan akan membuat penyampaian lebih menjiwai (soulful).

Baca juga: Ayat Kursi dengan Terjemahan dan Tafsir Sekilas

Demikianlah kumpulan contoh muqodimah arab yang dapat Anda gunakan sebagai referensi. Memulai pembicaraan dengan memuji Allah dan berselawat kepada Nabi adalah adab yang mulia dalam Islam, yang diharapkan dapat mendatangkan keberkahan dalam setiap majelis yang kita hadiri. Semoga bermanfaat.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya