Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Makna Fahtazzal: Mukjizat Ilmiah Al-Qur'an tentang Tanah

Wisnu Arto Subari
30/12/2025 21:15
Makna Fahtazzal: Mukjizat Ilmiah Al-Qur'an tentang Tanah
Ilustrasi.(Freepik)

Menyingkap Rahasia Kata Fahtazzal dalam Al-Qur'an

Al-Qur'an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman hidup dan hukum syariat, tetapi juga menyimpan berbagai isyarat ilmiah yang baru terbukti kebenarannya berabad-abad kemudian oleh sains modern. Salah satu kata yang menarik perhatian para peneliti dan mufasir adalah fahtazzal (atau fahtazzat/ihtazzat). Kata ini muncul dalam konteks deskripsi kondisi tanah yang mati kemudian hidup kembali setelah diturunkan air hujan.

Secara bahasa, kata ini merujuk pada gerakan, getaran, atau guncangan. Penggunaan diksi ini sangat spesifik menggambarkan reaksi tanah kering saat berinteraksi dengan air. Dalam artikel ini, kita akan membahas makna mendalam dari kata tersebut, penafsiran para ulama, serta korelasi ilmiahnya dengan geologi dan ilmu tanah.

Baca juga: 25 Nabi dan Rasul beserta Tugas dan Mukjizatnya

Ayat Al-Qur'an yang Memuat Kata Fahtazzal

Kata fahtazzal atau bentuk dasarnya ihtazzat dapat ditemukan dalam dua surat di dalam Al-Qur'an, yaitu pada Surat Al-Hajj ayat 5 dan Surat Fussilat ayat 39. Kedua ayat ini berbicara tentang kekuasaan Allah SWT dalam menghidupkan bumi yang mati.

1. Surat Al-Hajj Ayat 5

Dalam surat ini, Allah SWT menggunakan fenomena alam sebagai dalil atau bukti akan adanya hari kebangkitan. Berikut adalah bunyi ayatnya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ مِّنَ ٱلْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِن عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلْأَرْحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوٓا۟ أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنۢ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ وَتَرَى ٱلْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنۢبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍۭ بَهِيجٍ

Terjemahan:
"Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu (bergerak/bergetar) dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah." (QS. Al-Hajj: 5)

Baca juga: Rahasia Angka 7 dalam Al-Quran sebagai Mukjizat

2. Surat Fussilat Ayat 39

Pada ayat ini, konteksnya adalah tanda-tanda kebesaran Allah (Ayat Kauniyah). Berikut redaksinya:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنَّكَ تَرَى ٱلْأَرْضَ خَٰشِعَةً فَإِذَآ أَنزَلْنَا عَلَيْهَا ٱلْمَآءَ ٱهْتَزَّتْ وَرَبَتْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِىٓ أَحْيَاهَا لَمُحْىِ ٱلْمَوْتَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

Terjemahan:
"Dan sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya, engkau melihat bumi itu kering dan tandus, tetapi apabila Kami turunkan hujan di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya (Allah) yang menghidupkannya pasti dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Fussilat: 39)

Baca juga: Kisah Nabi Yusuf dan Mukjizatnya yang Menakjubkan

Tafsir Makna "Ah-tazzat" atau Fahtazzal

Kata ah-tazzat (yang jika disambung dengan kata sebelumnya menjadi fahtazzal/fahtazzat) berasal dari akar kata hazza yang berarti mengguncang atau menggerakkan. Dalam tafsir Ibnu Katsir, dijelaskan bahwa ketika Allah menurunkan hujan ke atas tanah yang tandus (hamidah), tanah tersebut menjadi hidup.

Frasa "ihtazzat wa rabat" memiliki makna yang saling berkaitan:

  • Ihtazzat: Bergerak, bergetar, atau berguncang untuk menerima air.
  • Rabat: Mengembang, meninggi, atau bertambah volumenya (menyubur).

Para ulama tafsir klasik memaknai ini sebagai proses tumbuhnya tanaman yang diawali dengan pergerakan tanah saat menyerap air, kemudian tanah tersebut mengembang karena akar-akar tanaman mulai mendesak dan benih mulai pecah.

Baca juga: Mukjizat Al-Quran Tiga Tantangan kepada Manusia Membuat yang Serupa

Fakta Ilmiah: Mengapa Tanah Bergetar Saat Hujan?

Di era modern, penggunaan kata fahtazzal dianggap sebagai salah satu mukjizat ilmiah Al-Qur'an. Bagaimana sains menjelaskan fenomena tanah yang "bergetar" atau "bergerak" saat terkena air? Berikut penjelasannya:

1. Gerak Brown (Brownian Motion)

Pada tahun 1827, ahli botani Robert Brown menemukan bahwa partikel-partikel mikroskopis dalam cairan bergerak secara acak dan terus-menerus. Ketika hujan turun membasahi tanah kering, butiran-butiran tanah (lempung) yang merupakan partikel koloid mulai terionisasi. Air mengisi celah-celah partikel tanah, menyebabkan partikel tersebut saling bertumbukan dan bergetar. Inilah yang secara harfiah dimaksud dengan ihtazzat (bergetar) pada level mikroskopis.

Baca juga: Nama-Nama Nabi 25 Kisah dan Mukjizat dalam Al-Quran

2. Pengembangan Volume Tanah (Swelling)

Kata selanjutnya dalam ayat tersebut adalah rabat yang berarti mengembang. Secara geologi, tanah liat atau lempung memiliki sifat swelling (mengembang) ketika basah. Struktur kristal lempung menyerap molekul air di antara lapisan-lapisannya, yang menyebabkan volume tanah meningkat drastis. Proses ini membuat permukaan tanah tampak "naik" atau mengembang, memberikan ruang bagi udara dan air untuk masuk, yang krusial bagi pertumbuhan benih.

3. Aktivitas Elektrostatis

Tanah kering bersifat statis atau mati. Namun, butiran tanah lempung memiliki muatan listrik negatif di permukaannya. Ketika air hujan (yang mengandung ion positif) turun, terjadi tarik-menarik muatan listrik yang memicu pergerakan partikel tanah. Pergerakan ini sangat penting untuk "menghidupkan" tanah agar nutrisi dapat diserap oleh akar tanaman.

Baca juga: Mukjizat Nabi Adam Kisah Ajaib Penciptaan Manusia Pertama

Kesimpulan

Pemilihan diksi fahtazzal dalam Al-Qur'an bukanlah sebuah kebetulan puitis semata. Kata ini menggambarkan proses fisika dan biologi yang presisi mengenai apa yang terjadi pada partikel tanah saat terkena air hujan.

Dari tanah yang mati, terjadi getaran (ihtazzat) partikel, kemudian pengembangan (rabat), hingga akhirnya menumbuhkan tanaman yang indah. Hal ini semakin memperkuat keimanan kita bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Sang Pencipta alam semesta yang mengetahui segala detail ciptaan-Nya, jauh sebelum mikroskop ditemukan oleh manusia.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya