Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI turut mendukung langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam memperkuat kesehatan dan pemulihan sosial masyarakat melalui pendekatan terpadu pascapenegakan hukum terhadap tindak pidana narkotika. Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi program sosial dan kemanusiaan yang dilaksanakan bersama BNN di wilayah Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara.
Dalam kegiatan tersebut, BNN memusnahkan sebanyak 113 kilogram sabu, 233 kilogram ganja, serta 5.044 butir ekstasi hasil pengungkapan berbagai kasus tindak pidana narkotika. BNN menyebut, pemusnahan barang bukti ini berpotensi menyelamatkan lebih dari 690 ribu jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Jika dikonversikan, pemusnahan barang bukti ini berarti kita telah berhasil menyelamatkan lebih dari 690 ribu jiwa anak bangsa dari potensi penyalahgunaan narkotika,” ujar Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Selain melakukan pemusnahan barang bukti narkotika, BNN juga menghadirkan berbagai program sosial bagi masyarakat sekitar Kampung Muara Bahari. Program tersebut meliputi distribusi 1.000 paket sembako, layanan kesehatan gratis, serta penyaluran mushaf Al-Qur’an yang dilaksanakan bersama Baznas RI sebagai bagian dari upaya pemulihan kondisi sosial dan kesehatan masyarakat.
Suyudi menegaskan, pendekatan tersebut merupakan wujud kehadiran negara secara menyeluruh di tengah masyarakat.
“Kami membuka layanan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagai bukti bahwa negara hadir secara utuh. Kami tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga merangkul masyarakat untuk memulihkan luka sosial dan membangun kembali masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Secara terpisah, Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kolonel CAJ (Purn) Nur Chamdani mengatakan, sinergi antara Baznas dan BNN merupakan langkah strategis dalam memperkuat kesehatan dan pemulihan sosial masyarakat pascapenegakan hukum. Menurutnya, dukungan melalui layanan kesehatan, bantuan kebutuhan dasar, serta penguatan nilai keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan sosial masyarakat agar terhindar dari berbagai kerentanan, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian Hukum Baznas RI, Mohammad Indra Hadi, menyampaikan apresiasi atas langkah BNN yang mengedepankan pendekatan pemulihan sosial dalam upaya pemberantasan narkotika.
“Baznas mendukung penuh langkah BNN yang tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga memperkuat pemulihan kesehatan dan sosial masyarakat. Sinergi lintas lembaga ini penting agar masyarakat, khususnya kelompok rentan dan mustahik, dapat bangkit, hidup lebih sehat, dan terbebas dari dampak sosial penyalahgunaan narkotika,” ujar Indra.(H-2)
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan dua warga negara asing (WNA) berinisial TK dan MK yang diduga kuat merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.
Pada Selasa (6/1), BNN bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai dan Imigrasi berhasil membongkar jaringan internasional di Bandara Soekarno-Hatta.
BNN meminta masyarakat tidak ragu melaporkan indikasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika usai penggerebekan lab narkotika di Ancol.
BNN masih memburu tiga orang, termasuk dua WNA China, terkait laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol, Jakarta Utara.
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek laboratorium narkotika liquid vape dan happy water di apartemen Ancol. Empat tersangka jaringan internasional ditangkap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved