Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Surat An-Nas merupakan surat penutup atau surat ke-114 dalam Al-Qur'an yang sangat sering dibaca oleh umat Islam, baik dalam salat maupun sebagai zikir harian. Namun, seringkali muncul pertanyaan mengenai sejarah pewahyuannya, yakni surat An-Nas diturunkan di kota mana?
Memahami tempat turunnya sebuah surat (asbabun nuzul) sangat penting untuk mengetahui konteks historis dan pesan yang terkandung di dalamnya. Secara umum, para ulama memiliki pandangan mendalam terkait klasifikasi surat ini, apakah termasuk golongan Makkiyah atau Madaniyah.
Mengenai lokasi turunnya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tafsir, namun mayoritas memiliki pandangan yang kuat berdasarkan riwayat-riwayat yang ada.
Mayoritas ulama berpendapat bahwa surat An-Nas diturunkan di kota Makkah. Oleh karena itu, surat ini diklasifikasikan sebagai surat Makkiyah.
Pendapat ini didukung oleh fakta bahwa surat ini turun sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah. Karakteristik surat Makkiyah yang pendek, padat, dan berisi peneguhan tauhid serta perlindungan kepada Allah SWT sangat kental dalam surat ini.
Di sisi lain, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa surat ini tergolong Madaniyah atau diturunkan di kota Madinah. Pendapat ini merujuk pada riwayat yang mengaitkan turunnya surat An-Nas (bersama Surat Al-Falaq) dengan peristiwa disihirnya Nabi Muhammad SAW oleh seorang Yahudi bernama Labid bin al-A'sham di Madinah. Dalam riwayat tersebut, Malaikat Jibril datang membawa surat Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu'awwidzatain) sebagai ruqyah atau penyembuh dan pelindung bagi Rasulullah.
Meskipun ada perbedaan pendapat, inti dari surat ini tetap sama, yaitu perintah mutlak kepada manusia untuk memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT, Raja dari segala raja manusia.
Bagi Anda yang ingin mengamalkan atau menghafalnya, berikut adalah bacaan lengkap Surat An-Nas mulai dari ayat 1 hingga 6 beserta tulisan Arab, latin, dan terjemahannya:
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ
1. Qul a'ụżu birabbin-nās
Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,'"
مَلِكِ النَّاسِۙ
2. Malikin-nās
Artinya: "Raja manusia,"
اِلٰهِ النَّاسِۙ
3. Ilāhin-nās
Artinya: "Sembahan manusia,"
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ
4. Min syarril-waswāsil-khannās
Artinya: "Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,"
الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ
5. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās
Artinya: "Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,"
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ
6. Minal-jinnati wan-nās
Artinya: "Dari (golongan) jin dan manusia."
Surat An Nas artinya adalah Manusia. Simak bacaan lengkap Arab, Latin, terjemahan, serta tafsir dan keutamaan surat penutup Al-Qur'an ini di sini.
Surat An Nas: Bacaan Arab, Latin, terjemahan, dan keutamaannya. Pelajari makna dan manfaat surat ini untuk perlindungan dari godaan.
Pelajari makna dan keutamaan surat Ad-Dhuha sampai An-Nas. Temukan pesan Al-Qur’an yang mudah dipahami untuk anak!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved