Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Arti Syafakillah Laa Ba'sa Thohurun Insya Allah dan Cara Menjawabnya

Wisnu Arto Subari
25/12/2025 22:26
Arti Syafakillah Laa Ba'sa Thohurun Insya Allah dan Cara Menjawabnya
(Dok Istimewa)

Makna Mendalam Doa Kesembuhan dalam Islam

Dalam ajaran Islam, menjenguk orang sakit bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Salah satu adab utama ketika membesuk kerabat atau sahabat yang sedang diuji dengan penyakit adalah memanjatkan doa terbaik bagi mereka.

Salah satu kalimat thayyibah yang sering diucapkan adalah syafakillah laa ba'sa thohurun insya allah. Doa ini mengandung makna optimisme, harapan kesembuhan, serta pengingat bahwa sakit bisa menjadi penggugur dosa.

Memahami arti dan konteks penggunaan doa ini sangat penting agar niat baik kita tersampaikan dengan tepat sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Artikel ini akan mengupas tuntas makna, tulisan Arab, serta tata cara penggunaannya secara lengkap.

Baca juga: Tulisan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dalam Arab dan Latin yang Benar

Tulisan Arab dan Arti Syafakillah Laa Ba'sa Thohurun Insya Allah

Kalimat ini sejatinya merupakan gabungan dari doa kesembuhan yang ditujukan secara spesifik (dhamir) dan ucapan penenang yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah penulisan Arab yang benar beserta artinya:

شَفَاكِ اللهُ لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Syafakillah, laa ba'sa thohurun insya Allah.

Artinya: "Semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan). Tidak mengapa, semoga sakitmu ini menjadi pembersih dosa, jika Allah menghendaki."

Baca juga: Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun dalam Bahasa Arab yang Benar

Bedah Kata per Kata

  • Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ): Semoga Allah menyembuhkanmu. Akhiran "-ki" ditujukan untuk perempuan tunggal.
  • Laa Ba'sa (لاَ بَأْسَ): Tidak apa-apa atau tidak perlu khawatir. Ini adalah kalimat pelipur lara untuk menenangkan psikologis orang yang sakit.
  • Thohurun (طَهُورٌ): Suci atau bersih. Maksudnya, penyakit tersebut diharapkan menjadi sarana penyucian diri dari dosa-dosa kecil.
  • Insya Allah (إِنْ شَاءَ اللهُ): Jika Allah menghendaki. Bentuk kepasrahan total kepada takdir Allah SWT.

Baca juga: Minal Aidin wal Faizin Arti, Penulisan, Pengucapan yang Benar

Sumber Dalil (Hadits)

Penggalan kalimat "Laa ba'sa thohurun insya Allah" didasarkan pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menjenguk seorang Arab Badui yang sedang sakit demam. Beliau kemudian bersabda:

لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

"Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, Insya Allah." (HR. Bukhari no. 3616).

Hadits ini mengajarkan kita bahwa saat menjenguk, kita tidak hanya mendoakan kesembuhan fisik, tetapi juga memberikan penguatan spiritual bahwa rasa sakit adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menghapus kesalahan hamba-Nya.

Baca juga: Insya Allah atau Insha Allah, Masya Allah atau Masha Allah

Perbedaan Penggunaan: Syafakallah vs Syafakillah

Bahasa Arab memiliki aturan tata bahasa (gramatika) yang spesifik terkait gender lawan bicara. Kesalahan pengucapan memang tidak membatalkan doa, namun menggunakan dhomir (kata ganti) yang tepat menunjukkan adab dan pemahaman yang baik.

  1. Syafakillah (شَفَاكِ اللهُ): Digunakan jika orang yang sakit adalah Perempuan tunggal (satu orang).
    Contoh: Ibu, saudari, atau teman wanita.
  2. Syafakallah (شَفَاكَ اللهُ): Digunakan jika orang yang sakit adalah Laki-laki tunggal.
    Contoh: Ayah, saudara, atau teman pria.
  3. Syafakumullah (شَفَاكُمُ اللهُ): Digunakan untuk orang banyak (jamak) atau bisa juga untuk satu orang sebagai bentuk penghormatan yang sangat tinggi.

Jadi, jika Anda menjenguk teman laki-laki, kalimat yang tepat adalah: "Syafakallah laa ba'sa thohurun insya Allah".

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Keutamaan Menjenguk dan Mendoakan Orang Sakit

Allah SWT menjanjikan pahala yang luar biasa bagi mereka yang meringankan langkahnya untuk membesuk saudaranya yang sakit. Selain doa dari hadits di atas, Al-Qur'an juga menegaskan bahwa kesembuhan mutlak datang dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an:

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku."

Untuk membaca konteks ayat ini secara lengkap, Anda dapat membuka Surat Asy-Syu'ara ayat 80 di layanan Al-Qur'an Online Media Indonesia. Keyakinan bahwa Allah adalah Asy-Syafi (Maha Penyembuh) harus ditanamkan kepada pasien agar mereka tidak berputus asa.

Baca juga: Hafalkan 37 Surat Pendek Juz Amma Juz 30

Cara Menjawab Ucapan Syafakillah

Jika Anda berada di posisi orang yang sakit dan menerima doa syafakillah laa ba'sa thohurun insya allah, disunnahkan untuk menjawabnya dengan doa yang baik pula. Berikut beberapa opsi jawaban yang bisa diucapkan:

  • Aamiin (آمين): "Kabulkanlah ya Allah." Jawaban singkat namun padat makna.
  • Jazakallahu Khairan (جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا): "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." (Diucapkan kepada laki-laki).
  • Jazakillahu Khairan (جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا): "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan." (Diucapkan kepada perempuan).

Baca juga: Lirik Roqqota Aina (Assalamu Alayka) Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Mengucapkan doa ini bukan hanya sekadar ritual lisan, melainkan bentuk empati mendalam yang dapat meningkatkan imunitas psikologis pasien. Dengan memberikan sugesti positif bahwa sakit adalah penggugur dosa, pasien akan merasa lebih tenang dan ikhlas menjalani proses pengobatan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya