Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam ajaran Islam, menjenguk orang sakit bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Salah satu adab utama ketika membesuk kerabat atau sahabat yang sedang diuji dengan penyakit adalah memanjatkan doa terbaik bagi mereka.
Salah satu kalimat thayyibah yang sering diucapkan adalah syafakillah laa ba'sa thohurun insya allah. Doa ini mengandung makna optimisme, harapan kesembuhan, serta pengingat bahwa sakit bisa menjadi penggugur dosa.
Memahami arti dan konteks penggunaan doa ini sangat penting agar niat baik kita tersampaikan dengan tepat sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Artikel ini akan mengupas tuntas makna, tulisan Arab, serta tata cara penggunaannya secara lengkap.
Baca juga: Tulisan Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh dalam Arab dan Latin yang Benar
Kalimat ini sejatinya merupakan gabungan dari doa kesembuhan yang ditujukan secara spesifik (dhamir) dan ucapan penenang yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berikut adalah penulisan Arab yang benar beserta artinya:
شَفَاكِ اللهُ لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللهُ
Latin: Syafakillah, laa ba'sa thohurun insya Allah.
Artinya: "Semoga Allah menyembuhkanmu (perempuan). Tidak mengapa, semoga sakitmu ini menjadi pembersih dosa, jika Allah menghendaki."
Baca juga: Tulisan Innalillahiwainnailaihirojiun dalam Bahasa Arab yang Benar
Baca juga: Minal Aidin wal Faizin Arti, Penulisan, Pengucapan yang Benar
Penggalan kalimat "Laa ba'sa thohurun insya Allah" didasarkan pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menjenguk seorang Arab Badui yang sedang sakit demam. Beliau kemudian bersabda:
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
"Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, Insya Allah." (HR. Bukhari no. 3616).
Hadits ini mengajarkan kita bahwa saat menjenguk, kita tidak hanya mendoakan kesembuhan fisik, tetapi juga memberikan penguatan spiritual bahwa rasa sakit adalah bentuk kasih sayang Allah untuk menghapus kesalahan hamba-Nya.
Baca juga: Insya Allah atau Insha Allah, Masya Allah atau Masha Allah
Bahasa Arab memiliki aturan tata bahasa (gramatika) yang spesifik terkait gender lawan bicara. Kesalahan pengucapan memang tidak membatalkan doa, namun menggunakan dhomir (kata ganti) yang tepat menunjukkan adab dan pemahaman yang baik.
Jadi, jika Anda menjenguk teman laki-laki, kalimat yang tepat adalah: "Syafakallah laa ba'sa thohurun insya Allah".
Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Allah SWT menjanjikan pahala yang luar biasa bagi mereka yang meringankan langkahnya untuk membesuk saudaranya yang sakit. Selain doa dari hadits di atas, Al-Qur'an juga menegaskan bahwa kesembuhan mutlak datang dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana doa Nabi Ibrahim AS yang diabadikan dalam Al-Qur'an:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
"Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku."
Untuk membaca konteks ayat ini secara lengkap, Anda dapat membuka Surat Asy-Syu'ara ayat 80 di layanan Al-Qur'an Online Media Indonesia. Keyakinan bahwa Allah adalah Asy-Syafi (Maha Penyembuh) harus ditanamkan kepada pasien agar mereka tidak berputus asa.
Baca juga: Hafalkan 37 Surat Pendek Juz Amma Juz 30
Jika Anda berada di posisi orang yang sakit dan menerima doa syafakillah laa ba'sa thohurun insya allah, disunnahkan untuk menjawabnya dengan doa yang baik pula. Berikut beberapa opsi jawaban yang bisa diucapkan:
Baca juga: Lirik Roqqota Aina (Assalamu Alayka) Lengkap Arab, Latin, dan Arti
Mengucapkan doa ini bukan hanya sekadar ritual lisan, melainkan bentuk empati mendalam yang dapat meningkatkan imunitas psikologis pasien. Dengan memberikan sugesti positif bahwa sakit adalah penggugur dosa, pasien akan merasa lebih tenang dan ikhlas menjalani proses pengobatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved