Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

4 Tradisi Natal yang Mengerikan di Berbagai Negara

Nike Amelia Sari
24/12/2025 17:21
4 Tradisi Natal yang Mengerikan di Berbagai Negara
Ilustrasi krampusnacht, orang-orang mengenakan kostum Krampus.(Dok. IFL Science)

PERAYAAN Natal umumnya diasosiasikan dengan kehangatan keluarga, suasana penuh kasih, serta saling memberi hadiah. Namun, di sejumlah wilayah dunia, Natal justru diwarnai oleh tradisi turun-temurun yang terkesan gelap dan mengerikan bagi banyak orang.

 Berikut beberapa tradisi natal yang mengerikan seperti dirangkum dari The Guardian, Selasa (23/12).

1. Krampus

Di sejumlah negara Eropa, figur Santo Nikolas tidak hadir sendirian. Ia kerap ditemani sosok lain yang berperan sebagai antagonis. Jika Santo Nikolas digambarkan sebagai “polisi baik”, maka pendampingnya dikenal sebagai “polisi jahat”.

Salah satu figur paling terkenal adalah Krampus. Makhluk ini digambarkan sebagai iblis menyeramkan berwujud setengah kambing, lengkap dengan tanduk besar dan lidah yang menjulur panjang.

Krampus digambarkan selalu menarik rantai besi yang berbunyi nyaring saat ia berjalan, menciptakan suasana mencekam. Ia juga membawa ranting pohon yang digunakan untuk menghukum anak-anak yang berperilaku buruk, bahkan konon menculik mereka dengan karung yang dibawanya.

Dalam perayaan yang disebut Krampusnacht, orang-orang mengenakan kostum Krampus dan berparade menyusuri jalanan kota di Austria, Slovenia, Kroasia, serta wilayah Italia bagian utara.

2. Frau Perchta

Legenda Frau Perchta dikenal dengan kisah yang tak kalah mengerikan. Sosok ini dipercaya akan menghukum anak-anak nakal dengan cara membelah perut mereka dan mengisinya dengan jerami.

Mirip dengan tradisi Krampus, warga di Austria dan Jerman mengenakan kostum Frau Perchta lalu berkeliling kota, sengaja menakut-nakuti anak-anak sebagai bagian dari ritual Natal.

3. Gryla dan kucing raksasanya

Dari Islandia, muncul kisah Gryla, raksasa perempuan menyerupai ogre yang tinggal di sebuah gua terpencil. Menjelang Natal, ia dipercaya keluar untuk memburu anak-anak yang tidak berperilaku baik. Anak-anak yang tertangkap akan dibawa ke guanya dan dimasak dalam panci besar.

Gryla tidak sendirian. Ia ditemani 13 anak troll yang dikenal sebagai Yule Lads serta seekor kucing raksasa bernama Jolakotturinn.

Jolakotturinn jelas bukan kucing lucu yang bermain dengan kertas kado Natal. Makhluk ini digambarkan berkeliaran di malam hari, mengintip dari luar jendela kamar anak-anak untuk mencari mangsa.

Konon, satu-satunya cara agar selamat dari kejaran Jolakotturinn adalah menunjukkan bahwa seseorang menerima pakaian baru saat Natal sebagai tanda perilaku baik. Hal ini dilakukan dengan meletakkan pakaian lama di luar rumah.

4. Pere Fouettard

Kisah Pere Fouettard berkembang luas di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis, Belgia, Swiss, dan wilayah timur Prancis.

Legenda menyebutkan bahwa Pere Fouettard adalah seorang tukang daging yang bersama istrinya kerap menculik anak-anak dari keluarga kaya, lalu membunuh mereka dan menyembunyikan jasadnya dalam tong berisi garam.

Kejahatan itu akhirnya diketahui oleh Santo Nikolas, yang kemudian menghidupkan kembali anak-anak tersebut. Sebagai bentuk hukuman, Pere Fouettard dipaksa menjadi pelayan Santo Nikolas sekaligus menjalani kutukan sebagai kanibal.

Sejak saat itu, ia selalu mengikuti Santo Nikolas ke mana pun pergi untuk memberi pelajaran kepada anak-anak yang berperilaku buruk. Hingga kini, di beberapa kota Eropa, kostum Pere Fouettard masih sering dikenakan dalam perayaan Natal. (H-4)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya