Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Legislator Ajak Umat Kristiani Berempati atas Bencana di Sumatra

Akmal Fauzi
22/12/2025 21:34
Legislator Ajak Umat Kristiani Berempati atas Bencana di Sumatra
Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena (tengah)(DPR RI)

ANGGOTA Komisi VII DPR RI, Samuel JD Wattimena, mengajak umat Kristiani untuk menumbuhkan empati terhadap bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatra. Menurutnya, bencana yang melanda berbagai daerah tersebut merupakan bagian dari kehendak Tuhan yang harus disikapi dengan kepedulian dan doa.

"Sebagai umat perlu berempati pada segala bencana dan turut mendoakan dan berharap masyarakat Indonesia bisa lebih prihatin dan berempati,” kata Samuel dalam keterangan yang diterima, Senin (22/12).

Samuel juga berpesan kepada komunitas gereja agar berperan aktif dalam membina jemaat, sekaligus memperkuat keberadaan umat Kristiani di tengah masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri perayaan Natal di Gereja Blenduk, Kota Semarang, yang menjadi agenda Natal keduanya setelah sebelumnya mengikuti perayaan serupa di Kabupaten Semarang.

Ia mengaku bersyukur karena dapat diterima dengan hangat oleh komunitas jemaat Gereja Blenduk. Selain itu, Samuel menyampaikan kebanggaannya bisa beribadah di gereja yang juga berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Terkait perayaan Natal, Samuel mengungkapkan bahwa setiap momen Natal selalu memberikan kesan yang berbeda baginya. Salah satu pengalaman Natal yang paling berkesan adalah saat ia berusia lima tahun dan dipercaya memerankan malaikat yang mengabarkan kelahiran Yesus.

Sementara itu, Pimpinan GPIB Immanuel Semarang, Pdt Maxsarles Kapoh, dalam pesan Natalnya menyoroti kondisi kemerosotan moral yang terjadi di tengah masyarakat. 

"Supaya anak-anak Tuhan, orang-orang percaya itu bisa kembali kepada fitrahnya sebagai gambar dan rupa Allah, harus menjadi menulis yang berbudi luhur,” ucapnya.

Menurut Pdt Maxsarles, manusia yang berbudi luhur adalah manusia yang memiliki hati yang mulia. “Tuhan menciptakan seperti itu memang karena jatuh dalam dosa, sehingga manusia itu merosot dan lebih cenderung seperti hewan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perayaan Natal menjadi pengingat akan kehadiran Kristus untuk memulihkan harkat kemanusiaan. 

"Natal mengingatkan kita bahwa Kristus itu datang supaya manusia itu menjadi manusia yang seperti dahulu, segambar dengan Allah. Itu lah tugas panggilan orang percaya dalam keadaan sekarang ini supaya benar-benar anak-anak Tuhan betul-betul mengembalikan harkat kemanusiaan itu,” ungkapnya. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya