Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Doa Mandi Wajib Pria: Niat, Tata Cara, dan Sunnah Sesuai Syariat

Irvan Sihombing
22/12/2025 14:45
Doa Mandi Wajib Pria: Niat, Tata Cara, dan Sunnah Sesuai Syariat
Ilustrasi(Freepik)

Menjaga kesucian diri atau thaharah adalah syarat mutlak dalam Islam sebelum melaksanakan ibadah, terutama salat. Bagi kaum adam, mengetahui doa mandi wajib pria beserta tata caranya yang benar adalah pengetahuan fundamental yang tidak boleh diabaikan. Mandi wajib atau mandi junub berfungsi untuk menghilangkan hadas besar yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti keluarnya air mani (baik karena mimpi basah maupun sebab lain) atau setelah berhubungan suami istri.

Tanpa melakukan mandi wajib yang sah secara syariat, ibadah seorang Muslim tidak akan diterima. Oleh karena itu, penting untuk memahami urutan, rukun, dan sunnah-sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW agar proses penyucian diri menjadi sempurna.

Dalil Kewajiban Mandi Besar

Perintah untuk bersuci dari hadas besar tercantum jelas di dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Maidah ayat 6:

... وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا ...

"...dan jika kamu junub maka mandilah..."

Selain itu, dalam Surat An-Nisa ayat 43, Allah juga mengingatkan agar tidak mendekati salat dalam keadaan junub sebelum mandi.

Bacaan Niat Doa Mandi Wajib Pria

Rukun pertama dan paling utama dalam mandi wajib adalah niat. Niat membedakan antara mandi biasa (untuk menyegarkan badan) dengan mandi ibadah (untuk menghilangkan hadas). Niat ini diucapkan di dalam hati bersamaan dengan saat air pertama kali menyentuh anggota tubuh.

Berikut adalah bacaan niat mandi wajib atau mandi junub untuk pria:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ مِنَ الْجِنَابَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf'il hadatsil akbari minal jinabaati fardhan lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari janabah, fardu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Mandi Wajib Pria Sesuai Sunnah

Agar mandi wajib menjadi sempurna dan mendapatkan pahala sunnah, sebaiknya seorang Muslim mengikuti tata cara yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Berdasarkan hadis dari Aisyah Radhiyallahu Anha dan Maimunah Radhiyallahu Anha, berikut adalah langkah-langkah detailnya:

1. Membasuh Kedua Tangan

Mulailah dengan membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. Hal ini bertujuan untuk memastikan tangan bersih sebelum digunakan untuk membasuh bagian tubuh lainnya.

2. Membersihkan Kemaluan

Langkah selanjutnya adalah membersihkan kemaluan dan area sekitarnya dari kotoran (sisa mani atau najis lainnya) menggunakan tangan kiri. Setelah itu, tangan kiri sebaiknya digosokkan ke tanah atau dinding (bisa menggunakan sabun di masa kini) agar benar-benar bersih dari kuman dan bau.

3. Berwudu

Lakukan wudu secara sempurna sebagaimana wudu hendak salat. Mulai dari berkumur, membasuh hidung, wajah, hingga tangan. Namun, ada perbedaan pendapat ulama mengenai pembasuhan kaki; ada yang menyarankan membasuh kaki dilakukan di akhir proses mandi, namun membasuhnya di awal juga diperbolehkan.

4. Membasuh Kepala dan Menyela Rambut

Ambil air dan basuhlah kepala. Pastikan jari-jari tangan menyela-nyela pangkal rambut (kulit kepala) agar air benar-benar merata. Hal ini sangat krusial karena air wajib membasahi seluruh kulit kepala. Rasulullah SAW biasa menyiramkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali.

5. Mengguyur Seluruh Tubuh

Guyurlah air ke seluruh tubuh. Disunnahkan untuk mendahulukan anggota tubuh bagian kanan, kemudian baru bagian kiri. Pastikan tidak ada bagian tubuh yang terlewat, termasuk lipatan-lipatan kulit seperti ketiak, pusar, belakang lutut, dan sela-sela jari kaki.

6. Membasuh Kaki

Jika pada saat wudu di awal belum membasuh kaki, maka tutuplah proses mandi wajib dengan membasuh kedua kaki.

Penyebab Pria Harus Mandi Wajib

Seorang pria diwajibkan melakukan mandi besar apabila mengalami salah satu dari kondisi berikut:

  • Keluarnya Mani: Baik karena mimpi basah (ihtilam), sengaja dikeluarkan (masturbasi/onani - meski perbuatannya dilarang, mandinya tetap wajib), atau karena melihat sesuatu yang membangkitkan syahwat hingga keluar mani.
  • Hubungan Suami Istri (Jima'): Bertemunya dua alat kelamin (masuknya hasyafah ke dalam farji) mewajibkan mandi, meskipun tidak sampai keluar mani.
  • Masuk Islam (Mualaf): Sebagian ulama mewajibkan seseorang yang baru memeluk Islam untuk mandi besar guna menyucikan diri dari hadas masa lalu.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mandi Wajib

Seringkali terjadi kesalahan yang membuat mandi wajib tidak sah. Berikut poin penting yang harus diperhatikan:

  1. Pastikan Air Mengalir: Gunakan air yang suci dan mensucikan (air mutlak). Air harus mengalir dan membasahi kulit.
  2. Tidak Ada Penghalang: Pastikan tidak ada zat yang menghalangi air sampai ke kulit, seperti cat, lem, getah, atau minyak yang tebal.
  3. Meratakan Air: Kunci sahnya mandi wajib adalah meratanya air ke seluruh tubuh (zahir). Jika ada satu bagian kecil saja (seperti bagian dalam pusar) yang tidak terkena air, maka mandinya dianggap belum tuntas dan masih berstatus hadas besar.

Dengan memahami doa mandi wajib pria dan tata caranya secara mendalam, diharapkan ibadah kita menjadi lebih sempurna di hadapan Allah SWT. Kebersihan fisik adalah cerminan dari kebersihan hati, dan Islam sangat menjunjung tinggi keduanya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya