Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Siklon Tropis 93S Mengintai, Pengamanan Wisata Jawa-Bali harus Diperketat

Andhika Prasetyo
18/12/2025 10:06
Siklon Tropis 93S Mengintai, Pengamanan Wisata Jawa-Bali harus Diperketat
Ilustrasi(NASA)

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul menguatnya Siklon Tropis 93S. Fenomena ini diprediksi akan berdampak signifikan pada wilayah Jawa dan Bali tepat pada masa libur panjang akhir tahun 2025. Huda menekankan bahwa kesiapsiagaan bencana harus diprioritaskan, terutama di daerah-daerah yang menjadi destinasi wisata favorit guna menghindari jatuhnya korban jiwa.

“Kami berharap semua pihak waspada atas menguatnya Siklon 93S di sejumlah wilayah Jawa dan Bali dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah perlu semakin intensif memantau perkembangan dan menyiapkan strategi antisipasi bencana hidrometeorologi,” ujar Huda di Jakarta, Kamis (18/12/2025).

Menurut Huda, wilayah padat penduduk dan destinasi wisata seperti Bali memerlukan perhatian khusus. Mengingat Bali sering menjadi sorotan internasional, penanganan bencana di wilayah tersebut harus menjadi pelajaran bersama. Ia mengusulkan agar pemerintah tidak hanya memberikan peringatan secara normatif, tetapi juga melakukan inovasi dalam penyampaian informasi cuaca.

“Bentuknya antara lain peringatan cuaca ekstrem secara real-time yang mudah dipahami, integrasi peringatan BMKG ke dalam aplikasi-aplikasi wisata, serta penandaan zona rawan di lokasi destinasi wisata,” katanya.

Lebih lanjut, Komisi V DPR mengingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi melumpuhkan sistem transportasi, mulai dari penutupan bandara dan pelabuhan, jalan licin, hingga risiko longsor. Wisata berbasis alam seperti pantai, gunung, sungai, dan air terjun disebut sebagai lokasi paling berisiko saat siklon terjadi.

Huda juga memberikan imbauan langsung kepada para pelancong agar tetap rasional dalam merencanakan perjalanan. Wisatawan diminta untuk tidak memaksakan diri berangkat jika kondisi cuaca di lokasi tujuan masuk dalam zona risiko tinggi.

“Jangan memaksakan diri berangkat jika situasi destinasi wisata berisiko tinggi. Susun rencana cadangan agar liburan tetap menyenangkan sekaligus aman bagi diri dan keluarga. Ingat, tidak ada wisata yang seharga nyawa,” pungkasnya. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya