Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Insiden Mobil SPPG Tabrak Siswa, BGN akan Evaluasi Perekrutan Supir

Media Indonesia
11/12/2025 19:53
Insiden Mobil SPPG Tabrak Siswa, BGN akan Evaluasi Perekrutan Supir
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.(MI/ Usman Iskandar)

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meminta seluruh kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membuat kualifikasi yang sama bagi setiap pengemudi kendaraan pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN juga akan terus melakukan evaluasi perekrutan supir.

 

Dadan menyampaikan keprihatinan mendalam dan memohon maaf atas kelalaian petugas yang menyebabkan insiden mobil SPPG menabrak siswa dan guru di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (11/12). Insiden yang terjadi sekitar pukul 06.38 WIB itu menyebabkan 22 korban luka.

 

“Pelayanan MBG di SD itu sudah terjadi dari tanggal 24 Maret 2025, dan sejauh ini lancar karena dilakukan dengan sebaik-baiknya. Namun, dalam hal ini, sopir utamanya sakit, sehingga kepala SPPG memutuskan untuk ada sopir cadangan. Setelah kami cek, alhamdulillah sopirnya memiliki SIM, mungkin hanya kurang pengalaman, dan kami masih dalami penyebab kejadiannya,” katanya di Jakarta, Kamis (11/12).

 

Berdasarkan laporan terakhir, insiden tersebut menimbulkan 22 korban luka-luka. Namun, 11 siswa sudah kembali ke rumah masing-masing, sedangkan empat korban masih ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah Cilincing.

 

“Ada yang dirawat di Rumah Sakit Koja tujuh orang, termasuk satu orang guru. Dua di antaranya memang harus dirawat intensif, yang satu dalam keadaan sangat stabil, yang satu sudah ditangani oleh tiga orang dokter ahli bedah saraf, dan ahli penyakit anak. Jadi, mereka sedang ditangani dengan intensif dan saya sudah minta kepada pihak rumah sakit untuk melakukan yang terbaik. Semua biaya ditangani oleh BGN,” paparnya.

 

Dadan menegaskan, pihak BGN secara berkelanjutan terus melakukan evaluasi terkait perekrutan sopir atau pegawai-pegawai SPPG yang lain agar nantinya kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

“Selama ini kan juga kita sudah lakukan, bahkan di dalam petunjuk teknis kami sudah tertulis bahwa mobil sebelum digunakan untuk pengiriman itu wajib dicek setiap hari. Dengan adanya kasus penggantian sopir, ini kelihatannya menjadi masukan baru bagi BGN agar kepala SPPG secara cermat mengganti atau memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama,” tuturnya. (Ant/M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya