Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kepala BNPB Diminta Fokus Pastikan Logistik dan Pemulihan Bencana Sumatra

Rahmatul Fajri
10/12/2025 19:19
Kepala BNPB Diminta Fokus Pastikan Logistik dan Pemulihan Bencana Sumatra
Ilustrasi(ANTARA/Iggoy el Fitra)

Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah menilai pernyataan Suharyanto yang menyebut situasi bencana Sumatra hanya mencekam di media sosial menunjukkan kegagalan empati dan ketidakpekaan terhadap penderitaan riil masyarakat yang terdampak bencana. PP KAMMI bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dari jabatannya

"Pernyataan bahwa situasi bencana hanya mencekam di media sosial adalah bentuk pelecehan terhadap korban dan relawan yang berjuang di tengah keterbatasan. Daripada fokus pada dikotomi media sosial dan kenyataan, seharusnya Kepala BNPB fokus memastikan logistik, evakuasi, dan pemulihan berjalan cepat dan tepat," kata Ahmad, melalui keterangannya, Rabu (12/10).

Ahmad menyoroti beberapa poin krusial terkait kinerja BNPB di bawah kepemimpinan saat ini, yakni respons pascabencana yang lamban.

"Kami menerima laporan langsung dari simpul-simpul KAMMI di daerah bencana mengenai lambatnya penyaluran bantuan esensial seperti tenda, makanan, dan layanan kesehatan darurat," ujarnya. 

Selain itu, terjadi tumpang tindih dan minimnya koordinasi yang efektif antara BNPB dengan lembaga daerah, relawan, dan organisasi masyarakat sipil, yang berujung pada terhambatnya proses mitigasi dan rehabilitasi.

Kemudian, ia mengkritik komunikasi publik yang tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin tanggap bencana, melainkan cenderung meremehkan situasi dan menimbulkan kegaduhan publik.

"Kami melihat ada kemunduran signifikan dalam kecepatan dan efektivitas penanggulangan bencana nasional. Bencana adalah urusan nyawa dan kemanusiaan, bukan panggung untuk pernyataan kontroversial," kata Ahmad.

Meski demikian, Ahmad mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Presiden Prabowo dalam menangani bencana. Ia mengatakan Presiden Prabowo hanya butuh pembantu yang mau berjuang demi masyarakat. 

"Sudah bagus. Namun harus dibarengi dengan orang-orang yang siap berjuang," katanya.

Pihaknya pun mengancam akan melakukan aksi apabila aspirasinya tidak didengar.

"Aksi unjuk rasa minggu depan apabila aspirasi kami tidak didengar. Kami cinta presiden kami tidak mau presiden punya anak buat seperti itu," tandasnya.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik