Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah menilai pernyataan Suharyanto yang menyebut situasi bencana Sumatra hanya mencekam di media sosial menunjukkan kegagalan empati dan ketidakpekaan terhadap penderitaan riil masyarakat yang terdampak bencana. PP KAMMI bahkan mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto dari jabatannya
"Pernyataan bahwa situasi bencana hanya mencekam di media sosial adalah bentuk pelecehan terhadap korban dan relawan yang berjuang di tengah keterbatasan. Daripada fokus pada dikotomi media sosial dan kenyataan, seharusnya Kepala BNPB fokus memastikan logistik, evakuasi, dan pemulihan berjalan cepat dan tepat," kata Ahmad, melalui keterangannya, Rabu (12/10).
Ahmad menyoroti beberapa poin krusial terkait kinerja BNPB di bawah kepemimpinan saat ini, yakni respons pascabencana yang lamban.
"Kami menerima laporan langsung dari simpul-simpul KAMMI di daerah bencana mengenai lambatnya penyaluran bantuan esensial seperti tenda, makanan, dan layanan kesehatan darurat," ujarnya.
Selain itu, terjadi tumpang tindih dan minimnya koordinasi yang efektif antara BNPB dengan lembaga daerah, relawan, dan organisasi masyarakat sipil, yang berujung pada terhambatnya proses mitigasi dan rehabilitasi.
Kemudian, ia mengkritik komunikasi publik yang tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin tanggap bencana, melainkan cenderung meremehkan situasi dan menimbulkan kegaduhan publik.
"Kami melihat ada kemunduran signifikan dalam kecepatan dan efektivitas penanggulangan bencana nasional. Bencana adalah urusan nyawa dan kemanusiaan, bukan panggung untuk pernyataan kontroversial," kata Ahmad.
Meski demikian, Ahmad mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Presiden Prabowo dalam menangani bencana. Ia mengatakan Presiden Prabowo hanya butuh pembantu yang mau berjuang demi masyarakat.
"Sudah bagus. Namun harus dibarengi dengan orang-orang yang siap berjuang," katanya.
Pihaknya pun mengancam akan melakukan aksi apabila aspirasinya tidak didengar.
"Aksi unjuk rasa minggu depan apabila aspirasi kami tidak didengar. Kami cinta presiden kami tidak mau presiden punya anak buat seperti itu," tandasnya.(H-2)
YAYASAN Baitul Maal (YBM) Brilian memberangkatkan Tim Respons Kebencanaan Tahap Kedua menuju wilayah Sumatera yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor,
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Masyarakat kembali menyoroti kinerja Kepala BNPB setelah banjir Sumatra 2025, sambil mengenang sosok-sosok legendaris seperti Doni Monardo, Sutopo Purwo Nugroho, dan Achmad Yurianto.
Mengenang Doni Monardo, mantan Kepala BNPB, yang warisan kepemimpinannya tetap menjadi inspirasi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi
PENGAMAT menyesalkan pernyataan Kepala BNPB Suharyanto soal bencana yang hanya ramai di medsos. Netizen sebelumnya mengatakan kangen pada Juru Bicara BNPB Sutopo Purwo Nugroho
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan akan membuka akses yang terputus akibat tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut) serta banjir di Sibolga dan Tapanuli
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved