Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib adalah mandi yang dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas besar dalam Islam, yaitu keadaan yang mengharuskan seseorang bersuci sebelum melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat, tawaf, atau membaca Al-Qur’an.
Mandi wajib ini dilakukan jika setelah hubungan suami istri atau mimpi basah, bagi perempuan setelah masa haid selesai, dan setelah melahirkan.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Nawaitul ghusla li-adā’i fardhil janābahi fardallāhi ta‘ālā
Artinya
“Saya berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala.”
Mandi wajib tujuannya untuk membersihkan diri secara fisik dari kotoran atau najis, menyucikan diri secara spiritual agar sah melakukan ibadah, dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam bersuci. (Z-4)
Sumber: NUonline, BSImaslahat
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved