Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Co-Founder 5P Global Movement, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya nilai-nilai toleransi lintas agama dalam mengarahkan perkembangan kecerdasan buatan (AI) pada sesi panel Scholas Chairs Congress ke-10 yang digelar oleh Scholas Occurrentes, organisasi internasional dibawah Vatikan berfokus pada dialog lintas budaya dan nilai kemanusiaan. Dalam penjelasannya, Arsjad menyebut bahwa teknologi dan kemanusiaan kini tidak dapat lagi dipisahkan karena algoritma telah hadir dalam hampir seluruh aspek kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Arsjad menekankan bahwa AI kini hadir dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari layanan sehari-hari hingga aktivitas keagamaan yang dilakukan secara daring. Arsjad mengingatkan bahwa perkembangan tersebut membawa manfaat, tetapi juga risiko yang tidak kecil, seperti penyebaran misinformasi, penggunaan deepfake dan maraknya penipuan digital.
“Algoritma yang mempermudah hidup kita dapat pula memecah masyarakat. Tantangannya sangat nyata dan perlu kita cermati bersama,” ujar Arsjad dihadapan peserta kongres, dilansir dari keterangan resmi, Senin (24/11).
Arsjad menilai bahwa nilai-nilai moral yang terdapat dalam tradisi keagamaan dapat menjadi rujukan dalam menghadapi perubahan tersebut.
Arsjad menyebut bahwa ajaran berbagai agama menempatkan pengetahuan sebagai amanah yang harus digunakan dengan tanggung jawab sehingga dapat membantu masyarakat menavigasi perkembangan teknologi dengan lebih bijak.
Arsjad juga menjelaskan kerangka pendekatan 3H Framework yang memandang pengembangan AI perlu mempertimbangkan cara kerja dan pengembangan algoritma (The Head), dampaknya terhadap manusia (The Heart), dan langkah-langkah praktis (The Hands) yang diperlukan untuk memastikan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Setelah sesi di Vatikan, Arsjad melanjutkan agenda kongres dengan berbicara dalam forum AI and Religion sebagai bagian dari acara penutupan Scholas Chairs Congress ke-10 yang dihadiri oleh anggota Parlemen Italia dan para akademisi dari seluruh dunia. Dihadapan anggota parlemen dan akademisi, Arsjad menyebut bahwa tantangan yang muncul dari perkembangan AI tidak hanya terjadi di satu kawasan.
Menurutnya, Italia dan Indonesia menghadapi isu serupa, seperti polarisasi, propaganda digital dan kekhawatiran masyarakat terhadap dampak teknologi. “Seluruh dunia, termasuk Italia dan Indonesia menghadapi tantangan yang serupa. Pengembangan AI harus tetap mempertimbangkan nilai, etika dan kemanusiaan,” tandas Arsjad dalam sesi di Parlemen Italia.
Dalam diskusi tersebut, Arsjad juga menyinggung peran lembaga keagamaan dalam membantu masyarakat memahami risiko dan peluang AI. Arsjad memberi contoh bagaimana sebagian institusi keagamaan di Indonesia seperti Dewan Masjid Indonesia mulai mengintegrasikan pembelajaran digital ke dalam kegiatan komunitas melalui Rumah Wirausaha Masjid.
Arsjad juga turut mengumumkan bahwa 5P Global Movement tengah mempersiapkan peluncuran 5P Algorethics Platform, sebuah inisiatif yang akan menghadirkan pedoman etika AI yang inklusif dan dapat diterapkan di dalam bisnis, pendidikan hingga sosial. (H-2)
Hukum mengucapkan Selamat Natal dari Muslim menurut Islam. Simak dalil Al-Qur’an dan perbedaan pendapat ulama secara lengkap.
Masjid Ramah Pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 untuk menghadirkan masjid sebagai ruang layanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Chico ini mengaku bersyukur dengan pengalaman pendidikannya di sekolah Katolik sejak SD hingga SMP, yang membuatnya memahami betul pentingnya toleransi.
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin atas komitmennya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
FKUB Maybrat menggelar KKR untuk memperkuat toleransi dan mengajak masyarakat menjaga kamtibmas jelang akhir tahun.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kebhinnekaan sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa saat menghadiri Penganugerahan Harmony Award 2025
Simpati: Memahami dan berbagi perasaan orang lain. Temukan makna mendalam, manfaat, dan cara menumbuhkan empati di sini!
Empati: Jembatan hati, bangun koneksi mendalam. Pahami perasaan, eratkan hubungan, ciptakan dunia lebih baik.
Tingkatkan empati: Pelajari cara menunjukkan simpati tulus, membangun hubungan bermakna, dan menebar kebaikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved