Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Mahasiswa UBB Berdayakan Masyarakat Desa Labuh Air Pandan Melalui Program PM-BEM Kemendiktisaintek

Cahya Mulyana
23/11/2025 15:05
Mahasiswa UBB Berdayakan Masyarakat Desa Labuh Air Pandan Melalui Program PM-BEM Kemendiktisaintek
Mahasiswa BEM UBB.(dok.Istimewa)

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui program Pemberdayaan Masyarakat oleh BEM (PM-BEM) dari Kemendiktisaintek, berupaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Desa Labuh Air Pandan, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Program ini merupakan wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.

Desa Labuh Air Pandan, yang dikenal sebagai kawasan pesisir, memiliki potensi sumber daya alam melimpah, terutama tanaman nipah. Tanaman ini menjadi sumber mata pencaharian utama bagi ibu-ibu desa yang mengolah daunnya menjadi atap. Namun, aktivitas ekonomi ini terkendala oleh keterbatasan teknologi produksi, manajemen usaha, dan akses pasar.

BEM Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) dan BEM Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB berkolaborasi untuk mengatasi masalah ini. Mereka melakukan berbagai kegiatan, termasuk peningkatan mutu produksi atap nipah melalui teknik pengasapan dan pengawetan, pembekalan manajemen usaha sederhana, serta penguatan kapasitas pemasaran digital dan branding produk.

Kegiatan tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (PM BEM) 2025.

"Tujuan kami adalah meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan akses pasar, sehingga pendapatan kelompok pengerajin atap daun nipah meningkat," kata Ketua Tim Dosen PM-BEM, Kartika, dalam keterangan resmi Minggu (23/11).

Selain itu, dia mengatakan bahwa mahasiswa juga fokus pada peningkatan kesehatan masyarakat, mengingat tingginya prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes mellitus di desa tersebut. Bersama mitra Posyandu, mereka melakukan pelatihan praktis penggunaan tensimeter dan glukometer, penyusunan SOP untuk deteksi dini PTM, serta pendampingan budidaya tanaman obat keluarga dan pengembangan umbi porang sebagai alternatif pangan sehat.

"Kami berharap, dengan memperkuat kemampuan kader dan menyediakan panduan screening dan deteksi dini, Posyandu dapat memperluas cakupan layanan ke kelompok dewasa dan lansia serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat di masyarakat," tambah Kartika.

Menurut Kartika, program PM-BEM ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa, dosen UBB, Kemendiktisaintek, dan Pemerintah Daerah. Keberhasilan program ini menunjukkan bagaimana pendekatan interdisipliner dapat menjawab kebutuhan mendasar masyarakat di bidang kesehatan dan ekonomi.

"Melalui inovasi sederhana dan pendampingan berkelanjutan, masyarakat Desa Labuh Air Pandan kini memiliki kemampuan baru untuk mengelola sumber daya lokal serta meningkatkan kualitas hidup mereka. Program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang dengan perbaikan berkelanjutan berdasarkan evaluasi yang ada,” pungkas Kartika. (Cah/P-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya